SMI Cari Pinjaman Sindikasi Bank Rp7,25 Triliun

CNN Indonesia | Senin, 27/07/2020 18:56 WIB
SMI mengaku tengah memroses pencairan pinjaman dari bank multinasional senilai US$500 juta atau Rp7,25 triliun untuk memperkuat pendanaan perseroan. SMI mengaku tengah memroses pencairan pinjaman dari bank multinasional senilai US$500 juta atau Rp7,25 triliun untuk memperkuat pendanaan perseroan. Ilustrasi. (www.ptsmi.co.id).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI mengklaim tengah memroses pencairan pinjaman sindikasi dari bank multinasional senilai US$500 juta atau sekitar Rp7,25 triliun mengacu kurs Rp14.500 per dolar AS.

Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad mengatakan perseroan telah melakukan komitmen pembiayaan akhir (financial closing) dengan pihak debitur.

"Mungkin, dalam waktu dekat kami akan tanda tangan karena ini dalam proses book building senilai US$500 juta dari sindikasi bank multinasional," katanya, Senin (27/7).


Ia menuturkan dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat pendanaan SMI khususnya untuk membiayai badan usaha.

Sementara itu, untuk pendanaan kepada pemerintah daerah (pemda), SMI tengah fokus menyalurkan pinjaman daerah yang berasal dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Hari ini, perseroan baru saja menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait pinjaman PEN dengan pemerintah provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat, senilai Rp16,5 triliun.

Untuk sumber dananya, lanjut dia, berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pada tahap awal, pemerintah menyalurkan pinjaman PEN kepada daerah melalui SMI sebesar Rp10 triliun.

"Kalau Rp10 triliun sukses dan ada animo lagi, apabila bunga murah bisa jadi kami akan menambah perolehan pinjaman kami dari pemerintah yang juga bunganya murah. Itu salah satu alternatif," jelasnya.

Untuk diketahui, DKI Jakarta mendapatkan pinjaman senilai Rp12,5 triliun. Terdiri dari usulan pinjaman untuk tahun ini senilai Rp4,5 triliun dan Rp8 triliun di 2021.

Sementara itu, Pemprov Jabar Barat menerima alokasi pinjaman senilai Rp4 triliun. Rinciannya, sebesar Rp1,9 triliun diusulkan pada tahun ini, dan Rp2,09 triliun tahun depan.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)