Bank Lakukan Hapus Buku Kredit Macet di Tengah Corona

CNN Indonesia | Selasa, 28/07/2020 05:59 WIB
BCA dan CIMB Niaga lakukan hapus buku (write off) demi menjaga rasio kredit macet (NPL) lebih sehat. BCA dan CIMB Niaga lakukan hapus buku (write off) demi menjaga rasio kredit macet (NPL) lebih sehat. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah perbankan tetap melakukan hapus buku dan hapus tagih piutang (write off) di tengah pandemi virus corona (covid-19). Hal itu dilakukan untuk kredit yang sudah masuk kategori macet dalam jangka waktu lama.

Direktur Keuangan PT BCA Tbk Vera Eve Lim mengatakan tidak ada perubahan skema dalam melakukan penghapusan utang selama pandemi virus corona. Perusahaan telah melakukan penghapusan buku sebesar Rp1 triliun sepanjang semester I 2020.

"Tidak ada perubahan standar hapus buku. Hapus buku dilakukan untuk kredit yang sudah lama proses penagihannya. Jadi, tetap ada yang hapus buku untuk kredit yang sudah lama sekali," ungkap Vera dalam video conference, Senin (27/7).


Namun, Vera tak menyebut secara lebih rinci kredit jenis apa saja yang dilakukan penghapusan buku. Hal yang pasti, jumlahnya sejauh ini hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Sampai semester I 2020 hapus buku yang kami lakukan tidak jauh beda dengan tahun lalu sebesar Rp1 triliun," kata Vera.

Keputusan penghapusan buku ini seiring dengan kenaikan kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di BCA. Perusahaan mencatatkan NPL sebesar 2,1 persen per Juni 2020, naik signifikan dibandingkan dengan Juni 2019 yang masih sebesar 1,4 persen.

Diketahui, penghapusan buku biasanya dilakukan perbankan demi menjaga rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL). Jika kredit bermasalah dihapus dari neraca keuangan, otomatis NPL akan turun.

Keputusan penghapusan buku juga dilakukan PT Bank CIMB Niaga Tbk. Direktur Consumer Banking Lani Darmawan mengatakan perusahaan rutin melakukan aksi tersebut untuk kredit yang sudah tergolong macet dalam jangka waktu cukup lama.

"Untuk pinjaman ritel, hapus buku dilakukan rutin sesuai dengan penuaan dari pinjaman macet, seperti kartu kredit dan kredit tanpa agunan. Otomatis sifatnya," terang Lani.

Menurut dia, pandemi virus corona tak mengubah kebijakan perusahaan dalam menekan NPL. Hanya saja, Lani tak mengungkapkan pasti berapa penghapusan buku yang dilakukan perusahaan pada semester I 2020.

Sebagai informasi, CIMB Niaga mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun pada kuartal I 2020. Realisasi itu naik 11,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Namun, penyaluran kredit tumbuh tipis hanya 3,3 persen menjadi Rp194,3 triliun. Peningkatan kredit ditopang oleh kredit di segmen bisnis consumer banking.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)