Melihat Gaji Besar Direksi dan Seret Insentif Kartu Prakerja

CNN Indonesia | Rabu, 29/07/2020 06:30 WIB
Presiden Jokowi memberikan gaji besar kepada direksi manajemen pelaksana Kartu Prakerja. Tapi di sisi lain, pencairan insentif program sampai kini terkendala. Presiden Jokowi memberikan gaji besar kepada direksi manajemen pelaksana Kartu Prakerja. Tapi di sisi lain, pencairan insentif program sampai kini terkendala. Ilustrasi. (CNNIndonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan gaji puluhan juta bagi jajaran direksi Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja. Besaran gaji yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2020 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Bagi Direktur Eksekutif Dan Direktur Pada Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja berbeda-beda.

Untuk gaji tertinggi sebesar Rp77,5 juta diberikan kepada direktur eksekutif. Kemudian, direktur operasi mendapat gaji Rp62 juta per bulan.

Lalu, direktur teknologi Rp58 juta per bulan serta direktur kemitraan, komunikasi, dan pengembangan Rp54,25 juta per bulan. Sementara gaji terendah sebesar Rp47 juta per bulan diberikan ke direktur pemantauan dan evaluasi serta direktur hukum, umum, dan keuangan.


Tak hanya mendapat gaji, para direksi juga mendapat tunjangan perjalanan dinas dan fasilitas jaminan sosial. Besaran tunjangan setara dengan perjalanan dinas jabatan pimpinan tinggi pratama hingga madya sesuai tingkatan direksi.

Para direksi ini mengemban tugas untuk menjalankan program Kartu Prakerja dengan anggaran mencapai Rp20 triliun pada tahun ini. Sementara dari sisi jumlah peserta diharapkan bisa terjaring hingga 5,6 juta orang.

Dari anggaran tersebut, sekitar Rp10,08 triliun akan diberikan sebagai insentif bulanan bagi peserta. Masing-masing peserta nantinya akan mendapatkan Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan.

Kemudian, peserta akan mendapat tambahan Rp150 ribu bila mengisi survei penilaian program sebanyak tiga kali. Dengan begitu, total anggaran bonus survei sebesar Rp840 miliar.

Sisanya, akan digunakan untuk biaya pelatihan sebesar Rp1 juta per peserta per bulan, sehingga totalnya Rp5,6 triliun. Totalnya untuk tiga pos itu mencapai Rp16,52 triliun dan sisanya untuk operasional program.

[Gambas:Video CNN]

Dalam perjalanannya, program Kartu Prakerja sudah memiliki 680 ribu peserta dari gelombang kepesertaan I, II, dan III yang dibuka secara bertahap sejak April 2020. Gelombang IV rencananya akan dibuka pada pekan depan.

Dari hasil pelaksanaan pelatihan gelombang I, II, dan III setidaknya sudah ada 361 ribu peserta yang mendapat insentif sebesar Rp600 ribu per peserta per bulan. Totalnya, mencapai Rp216,73 miliar per 3 Juni 2020.

Artinya, realisasi pencairan insentif baru mencapai 2,15 persen dari pagu insentif untuk peserta Rp10,08 triliun. Sementara dari sisi jumlah peserta yang terjaring baru mencapai 6,44 persen dari target 5,6 juta orang.

Pencairan insentif bagi peserta lain masih belum dilakukan karena beberapa hal, misalnya peserta belum menyelesaikan minimal satu pelatihan. Lalu, sistem administrasi masih butuh waktu untuk memproses kesesuaian data peserta dengan rekening bank yang akan menjadi tujuan transfer insentif dari pemerintah.

(uli/agt)