Proyeksi Suram Ekonomi AS Angkat Rupiah ke Rp14.455

CNN Indonesia | Rabu, 29/07/2020 09:21 WIB
Rupiah menguat ke Rp14.455 per dolar AS pada perdagangan Rabu (29/7) pagi. Rupiah menguat ke Rp14.455 per dolar AS pada perdagangan Rabu (29/7) pagi. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.455 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (29/7) pagi. Posisi tersebut menguat 0,55 persen dibandingkan perdagangan Selasa (28/7) sore di level Rp14.535 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,03 persen, dolar Singapura melemah 0,01 persen, won Korea Selatan melemah 0,02 persen, dan peso Filipina melemah 0,08 persen.

Selanjutnya, yuan China juga melemah 0,04 persen diikuti ringgit Malaysia yang melemah 0,07 persen dan baht Thailand menguat 0,10 persen. Hanya dolar Taiwan yang terpantau menguat 0,07 persen.


Sementara itu, mayoritas mata uang di negara maju terpantau bergerak variatif terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,08 persen dan dolar Kanada menguat 0,02 persen. Sebaliknya, dolar Australia melemah 0,08 persen dan franc Swiss melemah 0,02 persen.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memprediksi hari ini rupiah berpotensi menguat ke kisaran Rp14.400-14.600 per dolar AS.

Tekanan terhadap dollar AS menurutnya masih belum hilang menjelang pengumuman hasil rapat bank sentral AS The Fed dini hari nanti lantaran proyeksi suram ekonomi negeri Paman Sam.

"Pasar berekspektasi the Fed masih akan menyuarakan nada pesimis mengenai pemulihan ekonomi AS di tengah pandemi," ujar Ariston kepada CNNIndonesia.com.

[Gambas:Video CNN]

Selain itu, pengumuman The Fed untuk memperpanjang program stimulus fasilitas pinjaman yang akan berakhir di September 2020, menjadi hingga akhir tahun 2020, tadi malam juga akan mempengaruhi pergerakan rupiah hari ini.

Sikap the Fed ini, kata Ariston, mengindikasikan ekonomi AS masih akan tertekan lebih lanjut yang memberikan tekanan ke dollar AS. "Di sisi lain, pengumuman ini juga mendukung penguatan harga aset-aset berisiko karena bertujuan membantu pemulihan ekonomi," tandasnya.

(hrf/sfr)