Resesi Hong Kong Berlanjut di Tengah Pandemi Corona

CNN Indonesia | Kamis, 30/07/2020 08:49 WIB
Laju ekonomi Hong Kong kembali turun 9 persen pada kuartal II 2020. Artinya, selama empat kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonomi Hong Kong negatif. Laju ekonomi Hong Kong kembali turun 9 persen pada kuartal II 2020. Artinya, selama empat kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonomi Hong Kong negatif. Ilustrasi. (iStockphoto/danielvfung).
Jakarta, CNN Indonesia --

Hong Kong belum mampu lepas dari resesi ekonomi. Bahkan, pandemi covid-19 membuat perekonomiannya jatuh makin dalam.

Mengutip CNN, pertumbuhan ekonomi Hong Kong kembali kontraksi 9 persen pada kuartal II 2020 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan data yang dihimpun CNNIndonesia.com, ini merupakan kali keempat pertumbuhan ekonomi Hong Kong negatif. Tercatat pada kuartal III 2019 lalu, ekonomi Hong Kong minus 2,8 persen, lalu kembali negatif 3 persen pada kuartal IV 2019. 


Resesi pada 2019 lalu dipicu oleh demo besar-besaran anti pemerintah yang berlangsung selama beberapa bulan serta dampak negatif perang dagang AS-Cina. Ini merupakan resesi ekonomi Hong Kong pertama sejak satu dekade.

Memasuki 2020, resesi ekonomi Hong Kong justru makin dalam akibat pandemi Covid-19. Pada tiga bulan pertama 2020 ekonomi Hong Kong tercatat minus 9,1 persen. Kemudian, jatuh lebih dalam lagi menjadi minus 9 persen pada kuartal II 2020.

CNN menuliskan negara yang merupakan salah satu pusat perdagangan di Asia itu membutuhkan waktu lebih lama dari yang diprediksi untuk pemulihan ekonomi.

Sekretaris Keuangan Hong Kong Paul Chan mengatakan Hong Kong menghadapi jalan bergelombang menuju pemulihan ekonomi. Sebab, kasus baru virus corona di Hong Kong juga melonjak akhir-akhir ini. Imbasnya, pemerintah Hong Kong kembali memberlakukan pembatasan sosial.

[Gambas:Video CNN]

Di sisi lain, Hong Kong juga kena dampak negatif kembali memanasnya tensi AS-China yang menambah ketidakpastian ekonomi global. Terlebih Hong Kong menjadi sumber api perselisihan AS-China setelah pemerintah China memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong pada awal Juli.

"Bersama-sama dengan terulangnya epidemi lokal baru-baru ini, (faktor-faktor ini) menunjukkan bahwa mungkin diperlukan waktu lebih lama dari yang diperkirakan bagi ekonomi lokal untuk pulih," kata Chan.



(ulf/sfr)