Resesi, Ekonomi Jerman Diprediksi Terparah Sepanjang Sejarah

CNN Indonesia | Kamis, 30/07/2020 13:20 WIB
Ekonomi Jerman diperkirakan minus 10 persen pada kuartal II, setelah minus 2,2 persen pada kuartal I. Ini menjadi resesi terparah sepanjang sejarah. Ekonomi Jerman diperkirakan minus 10 persen pada kuartal II 2020, setelah minus 2,2 persen pada kuartal sebelumnya. Ini menjadi resesi terparah sepanjang sejarah. (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Biro Statistik Jerman akan mengumumkan data pertumbuhan ekonomi. Diperkirakan, Produk Domestik Bruto (PDB) Jerman minus 10 persen pada kuartal kedua tahun ini. Jika benar, ini merupakan level terparah sepanjang sejarah.

Mengutip AFP, Kamis (30/7), ekonomi Jerman terkontraksi pada periode April-Juni karena penguncian wilayah (lockdown) yang diberlakukan di tengah pandemi virus corona (covid-19). Padahal, kuartal sebelumnya, ekonomi Jerman sudah minus 2,2 persen.

Artinya, Jerman bakal masuk jurang resesi menyusul Singapura dan Korea Selatan yang telah mengumumkan PDB-nya terlebih dahulu.


Menteri Ekonomi Peter Altmaier mengungkapkan pandemi covid-19 akan mendorong negaranya, termasuk negara-negara Uni Eropa, ke jurang resesi terparah sepanjang sejarah pascaperang.

Pun demikian, Altmaier membela ekonomi Jerman tidak 100 persen buruk. Dibanding dengan negara-negara Eropa lainnya, Jerman diklaim masih lebih baik. Bahkan, ia menilai Jerman cukup bertahan dengan kencangnya guncangan pandemi covid-19.

Apalagi, sejak Mei lalu, pemerintahannya telah melonggarkan penguncian wilayah di Jerman, seiring dengan terkendalinya tingkat penularan virus corona.

Diharapkan, kondisi ini bisa membawa Jerman kembali mencatat pertumbuhan ekonomi positif pada Oktober nanti. Keyakinan ini ditopang juga oleh stimulus investasi dan upaya mengangkat daya beli masyarakat.

Selain itu, kebangkitan ekonomi di Jerman juga didukung oleh dana penanganan virus corona sebesar 750 miliar euro yang digelontorkan oleh Uni Eropa.

Meskipun, secara keseluruhan, Altmaier memperkirakan ekonomi Jerman masih negatif di sepanjang 2020. Menurutnya, ekonomi Jerman akan minus 6,3 persen tahun ini dan bangkit pada 2021 menjadi positif 5,2 persen.

Hanya saja, sektor ekspor Jerman dapat terganggu karena kasus ini terus meningkat di global. Pada kuartal II 2020, ekspor Jerman terjun bebas hingga 30 persen secara tahunan.

Ketegangan hubungan Amerika Serikat (AS) dan China ikut memberikan sentimen negatif untuk sektor perdagangan di Jerman.

Analis ING Brzeski mengatakan ekspor Jerman membutuhkan waktu yang tak sebentar untuk kembali ke masa sebelum pandemi. Untuk sementara, pemerintah hanya bisa berharap pada permintaan domestik untuk menolong ekonomi Jerman. 

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)