Pemerintah Klaim Sudah Bayar Subsidi Listrik Rp28 T ke PLN

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Kamis, 30/07/2020 19:14 WIB
Kementerian ESDM memperkirakan pembayaran subsidi listrik pemerintah ke PLN Rp28 triliun per 29 Juli atau sekitar 52,47 persen dari alokasi. Kementerian ESDM memperkirakan pembayaran subsidi listrik pemerintah ke PLN Rp28 triliun per 29 Juli atau sekitar 52,47 persen dari alokasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian ESDM memproyeksi pembayaran subsidi listrik ke PT PLN (Persero) sebesar Rp28,75 triliun hingga 29 Juli 2020. Jika benar, maka realisasinya 52,47 persen dari alokasi yang disiapkan sebesar Rp54,79 triliun.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menyatakan subsidi selalu dibayarkan setiap bulan kepada PLN. Mengacu pada data Mei 2020, pembayaran subsidi listrik tercatat sebesar Rp22,94 triliun.

"Subsidi lisrik dibayarkan setiap bulan sesuai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kalau realisasinya sampai Mei Rp22,94 triliun," ujarnya dalam video conference, Kamis (30/7).


Jika dilihat lebih jauh, realisasi pembayaran subsidi pada 2015 sebesar Rp56,55 triliun, 2016 sebesar Rp58,04 triliun, 2017 sebesar Rp45,74 triliun, 2018 sebesar Rp48,1 triliun, dan 2019 sebesar Rp51,71 triliun.

Namun, angka itu di luar subsidi yang diberikan khusus untuk penanganan virus corona. Pemerintah diketahui menambah beberapa kebijakan berupa insentif listrik untuk mengurangi beban masyarakat dan dunia usaha yang terdampak pandemi covid-19.

Salah satunya, diskon listrik 100 persen untuk 24 juta pelanggan yang memiliki daya 450 VA dan diskon 50 persen untuk 7 juta pelanggan 900 VA bersubsidi.

Kemudian, pemerintah juga memberikan diskon listrik 100 persen untuk pelaku UMKM golongan B1/450 VA atau pelanggan bisnis kecil dan industri kecil dengan daya listrik I1/450 VA.

Terbaru, pemerintah menambah insentif listrik untuk golongan pelanggan sosial, bisnis, dan industri.

Sebelumnya, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengungkapkan pemerintah masih memiliki utang kepada perusahaan sebesar Rp45,43 triliun. Dana itu merupakan utang kompensasi dari pemerintah yang masuk pembukuan PLN pada 2018 dan 2019.

Menurut dia, total piutang PLN pada 2018 sebesar Rp23,17 triliun. Kemudian, piutang pada 2019 Rp22,25 triliun.

"Total piutang dari 2017 sampai 2019 Rp52,88 triliun. Piutang 2017 sebesar Rp7,45 triliun sudah dibayar pemerintah akhir 2019. Jadi, sisa Rp45,43 triliun," kata Zulkifli.

Selain itu, ia juga mengatakan pemerintah juga berjanji akan membayar kompensasi atas diskon tarif listrik rumah tangga di tengah pandemi virus corona hingga Juni 2020 sebesar Rp3,15 triliun. Dengan begitu, total piutang pemerintah saat ini sekitar Rp48 triliun.

[Gambas:Video CNN]



(bir)