KB Kookmin Bank Resmi Jadi Pemegang Saham Terbesar Bukopin

Bank Bukopin, CNN Indonesia | Kamis, 30/07/2020 20:35 WIB
Bank terbesar asal Korea Selatan KB Kookmin Bank resmi menjadi pemegang saham terbesar Bukopin. Ilustrasi Bank Bukopin. (Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank terbesar asal Korea Selatan KB Kookmin Bank resmi menjadi pemegang saham terbesar Bank Bukopin. Hal itu terjadi usai proses Penawaran Hukum Terbatas ke-5 (PUT V) melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau HMETD.

KB dilaporkan menyerap sekitar 2,97 miliar lembar saham baru selama masa perdagangan dan pemesanan tambahan HMETD. Selain KB, Bosowa Corporindo yang juga melakukan porsi HMETD menyerap 1,09 miliar lembar saham.

Direktur Utama Rivan Purwantono menyampaikan, Bukopin menerbitkan saham baru sejumlah 4,660,763,499 saham baru kelas B, sesuai dengan persetujuan pemegang saham yang diperoleh pada RUPS Luar Biasa tanggal 24 Oktober 2019.


"Kami sangat bersyukur Aksi Korporasi ini berjalan lancar, dan mengapresiasi KB, Bosowa serta pemegang saham publik yang telah berpartisipasi memperkuat permodalan Bukopin pada PUT V ini," kata Rivan.

Menurut data Biro Administrasi Efek yang menjadi partner Bukopin, Datindo Entrycom, selain melaksanakan HMETD yang menjadi porsinya, beberapa pemegang saham melakukan pemesanan saham tambahan sehingga terjadi kelebihan nominal pemesanan (oversubscribe) sampai 2 kali lipat. Partisipasi pemegang saham ritel (masyarakat) dalam PUT V ini juga cukup besar. Dengan selesainya PUT V ini Bank Bukopin mendapat tambahan modal baru senilai Rp838 miliar.

Dengan berakhirnya transaksi perdagangan pada PUT V, komposisi urutan Pemegang Saham di Bank Bukopin adalah KB dengan porsi kepemilikan 33,90 persen disusul Bosowa sebesar 23,40 persen, Negara Republik Indonesia pada 6,37 persen, dan pemegang saham publik dengan kepemilikan di bawah 5 persen, mencapai 36,33 persen. Dengan kepemilikan tersebut KB Kookmin Bank semakin dekat lagi untuk menjadi Pemegang Saham Pengendali Bank Bukopin.

"Kami juga berterima kasih kepada OJK, BEI, dan seluruh lembaga dan profesi penunjang pasar modal yang membantu kelancaran PUT V ini dari awal hingga berhasil dituntaskan hari ini," kata Rivan.

Menurut Rivan, oversubscription pada PUT V itu menunjukkan minat tinggi dari pemegang saham, di mana PUT V sendiri menjadi sejarah baru bagi Bukopin. Minat disebut mencapai 24 persen dari total porsi saham publik.

Bukopin juga melanjutkan Aksi Korporasi melalui Penambahan Modal Tanpa Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) sesuai Keterbukaan Informasi yang dipublikasikan pada 14 Juli lalu. Sesuai komitmen, KB akan memberi tambahan modal baru lewat skema tersebut. Rivan mengatakan Bukopin akan meminta persetujuan pemegang saham melalui RUPS Luar Biasa yang direncanakan diadakan pada 25 Agustus 2020, sementara saat ini dalam proses finalisasi dengan regulator.

"Langkah tersebut merupakan bentuk komitmen KB untuk memperkuat fundamental Bukopin agar dapat berkembang lebih baik. Manajemen dan stakeholder Bukopin menaruh harapan besar dengan bertambahnya porsi kepemilikan KB Kookmin Bank. Diharapkan kolaborasi antara KB dan Bank Bukopin yang memiliki segmen bisnis serupa di segmen ritel, dapat memperkuat posisi Bukopin di pasar ritel dengan pertumbuhan yang berkesinambungan,"

"Kookmin Bank memiliki karakteristik bisnis yang serupa dengan Bank Bukopin yaitu fokus di segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta segmen konsumer. Adapun 57 persen dari portofolio kredit Bank Bukopin berada di segmen UMKM, dan KB berkomitmen mengembangkan segmen ritel ini," ujar Rivan.

Rivan menambahkan, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan partisipasi mendukung Bukopin dan KB. Terlebih, pengembangan sektor ritel akan berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia, yang sekitar sepertiganya bergantung pada sektor konsumsi domestik.

(rea)


BACA JUGA