Konsumsi Biodiesel Turun 8 Persen karena Corona

CNN Indonesia | Jumat, 31/07/2020 05:50 WIB
Aprobi mencatat konsumsi biodiesel turun 8 persen hingga semester I 2020. Konsumsi turun karena sebagian besar kegiatan terhenti akibat corona. Aprobi mencatat konsumsi biodiesel turun 8 persen hingga semester I 2020. Konsumsi turun karena sebagian besar kegiatan terhenti akibat corona. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) mencatat konsumsi biodiesel turun 8 persen hingga semester I 2020. Konsumsi turun karena sebagian besar kegiatan berhenti akibat pandemi virus corona.

"Konsumsi Januari sampai Juni 2020 kemarin, sepertinya kegiatan berhenti, (konsumsi biodiesel) turun 8 persen," ujar Ketua Umum Aprobi MP Tumanggor dalam acara Exclusive Interview oleh CNBC Indonesia, Kamis (30/7).

Kendati begitu, Tumanggor menyatakan penurunan konsumsi biodiesel masih terbilang wajar karena masih satu digit. Ia melihat penurunan konsumsi masih akan terjadi hingga semester II 2020, tapi angkanya akan lebih rendah dari semester I 2020.


"(Semester II 2020) mungkin turun hanya 7 persen. Ini karena logistik jalan," imbuh Tumanggor.

Selain itu, pemerintah tetap menjalankan program mandatori B20 dan B30. Dengan demikian, produksi biodiesel otomatis akan terserap.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bahkan menyatakan rencana implementasi program B40 tetap akan berjalan sesuai jadwal. Pemerintah akan menerapkan program tersebut pada Juli 2021.

"Satu tahun ke depan baik oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan bekerja sama untuk melakukan uji coba," terang Airlangga.

Ia bilang B40 nantinya merupakan campuran B30 dengan 10 persen fatty acid methyl ester (FAME) atau D10. Pemerintah akan melakukan uji coba ke kendaraan bermotor.

"Banyak pihak yang menanyakan kelanjutan proyek strategis nasional biodiesel yang sudah berjalan dua tahun. Ini pelaksanaannya dikebut," jelas Airlangga.

Airlangga menambahkan pencampuran FAME dari minyak sawit ke dalam solar menjadi biodiesel telah menghemat devisa dari impor migas sebesar US$4,8 miliar.

Menurutnya, penyerapan minyak kelapa sawit untuk B30 saat ini sekitar 9,6 juta kiloliter (KL).

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)