Rupiah Pimpin Penguatan Mata Uang Asia di Rp14.570

CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 09:29 WIB
Nilai tukar rupiah menguat 0,41 persen ke Rp14.570 per dolar AS pada pembukaan perdagangan pasar spot Selasa (4/8) pagi. Nilai tukar rupiah menguat 0,41 persen ke Rp14.570 per dolar AS pada pembukaan perdagangan pasar spot Selasa (4/8) pagi.Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.570 per dolar AS pada pembukaan perdagangan pasar spot Selasa (4/8) pagi. Posisi ini menguat 60 poin atau 0,41 persen dari Rp14.630 pada Senin (3/8).

Rupiah memimpin penguatan di kalangan mata uang Asia. Rupiah menguat bersama baht Thailand 0,23 persen, ringgit Malaysia 0,1 persen, won Korea Selatan 0,04 persen, dan dolar Singapura 0,02 persen.

Sementara yen Jepang dan peso Filipina berada di zona merah, masing-masing melemah 0,19 persen dan minus 0,06 persen dari dolar AS. Sedangkan yuan China dan dolar Hong Kong stagnan.


Begitu pula dengan mata uang utama negara maju, mayoritas menguat dari mata uang Negeri Paman Sam. Rubel Rusia menguat 0,05 persen, poundsterling Inggris 0,04 perseb, dolar Kanada 0,04 persen, dan dolar Australia 0,01 persen. Euro Eropa stagnan dan franc Swiss melemah 0,05 persen.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memperkirakan kurs rupiah berpotensi menguat pada hari ini. Proyeksinya, rupiah bergerak di kisaran Rp14.550 sampai Rp14.700 per dolar AS.

Ia mengatakan potensi penguatan muncul dari membaiknya indeks manufaktur di beberapa negara menurut survei Markit. Misalnya, Jepang, China, Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Inggris, dan negara-negara kawasan Uni Eropa lainnya.

"Termasuk AS dan Indonesia, dirilisnya lebih bagus dari prediksi yang mengindikasikan pemulihan. Sentimen ini mungkin bisa membantu penguatan rupiah hari ini," kata Ariston kepada CNNIndonesia.com. 

[Gambas:Video CNN]



(uli/agt)