Resesi AS Tekan Rupiah ke Level Rp14.630

CNN Indonesia | Senin, 03/08/2020 16:24 WIB
Nilai tukar rupiah melmah 0,21 persen ke posisi Rp14.630 per dolar AS pada perdagangan Senin (3/8) sore. Nilai tukar rupiah melmah 0,21 persen ke posisi Rp14.630 per dolar AS pada perdagangan Senin (3/8) sore. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.630 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Senin (3/8) sore. Posisi tersebut melemah 0,21 persen dibandingkan perdagangan Kamis (30/7) sore di level Rp14.600 per dolar AS.

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.713 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi akhir pekan lalu yakni Rp14.653 per dolar AS.

Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Dolar Singapura melemah 0,03 persen, dolar Taiwan melemah 0,19 persen, won Korea Selatan melemah 0,20 persen, peso Filipina melemah 0,09 persen, rupee India melemah 0,26 persen, dan yuan China melemah 0,02 persen.


Sebaliknya penguatan terjadi pada mata uang ringgit Malaysia sebesar 0,34 persen, kemudian baht Thailand menguat 0,14 persen dan yen Jepang menguat 0,15 persen.

Di sisi lain, mayoritas mata uang di negara maju juga terpantau lesu di hadapan dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,15 persen, dolar Kanada melemah 0,04 persen dan franc Swiss melemah 0,49 persen. Hanya dolar Australia yang tercatat mengalami penguatan sebesar 0,24 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi pada perdagangan sore ini rupiah ditutup melemah 30 poin di level Rp14.630 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp14.600 per dolar AS.

Sementara dalam perdagangan besok rupiah kemungkinan masih akan bergerak fluktuatif namun di tutup melemah di 30-50 poin di kisaran Rp14.625-14.680 per dolar AS

Menurut Ibrahim pasar memiliki alasan untuk khawatir tentang prospek AS yang melambat akibat terus meningkatnya pendemi virus corona.

Rilis PDB Kuartal ke-2 Amerika Serikat mengalami kontraksi yang mengakibatkan AS memasuki fase resesi. Selain pemerintah AS sejauh ini berjuang untuk mencapai kesepakatan di Senat AS untuk memompa lebih banyak uang ke dalam ekonomi terbesar dunia.

Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows mengatakan bahwa ia tidak optimis untuk segera mencapai kesepakatan mengenai putaran undang-undang berikutnya untuk memberikan bantuan kepada Amerika yang sangat terpukul oleh covid-19.

Defisit fiskal AS yang meningkat untuk membiayai stimulus mendorong Fitch Ratings untuk merevisi prospek peringkat triple-A Amerika Serikat menjadi negatif dari stabil juga turut membuat rupiah hari ini melemah.

"Meskipun pasar belum menunjukkan reaksi langsung terhadap penurunan peringkat, itu masih menandai perbedaan yang tajam dengan Uni Eropa, yang mendapat dorongan dari keputusan Standard and Poor's untuk meningkatkan prospek peringkatnya menjadi positif dari stabil," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis kepada CNNIndonesia.com.

Sementara dari sisi internal, PSBB transisi yang di perpanjang 2 minggu ke depan dikhawatirkan akan berakibat terhadap fatal terhadap pertumbuhan ekonomi (PDB). Kuartal III 2020 juga diprediksi akan mengalami penurunan bahkan bisa saja terjadi kontraksi sehingga Indonesia bisa masuk dalam resesi. 

"Untuk menghindari resesi tersebut, Gubernur DKI Jakarta harus berani di 2 minggu ke depan menjadikan masa PSBB transisi menjadi new normal sehingga perekonomian kembali normal dan bisa menggenjot laju pertumbuhan di sisa bulan di kuartal ketiga," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/age)