Erick: Keputusan Jokowi Tepat, Kalau Lockdown Ekonomi Hancur

CNN Indonesia | Jumat, 07/08/2020 16:31 WIB
Erick Thohir menilai kontraksi pertumbuhan ekonomi bisa lebih parah lagi apabila Presiden Jokowi menerapkan penutupan wilayah (lockdown). Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir menilai kontraksi pertumbuhan ekonomi bisa lebih parah lagi apabila Presiden Jokowi menerapkan penutupan wilayah (lockdown). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir menilai keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tepat untuk tidak menutup wilayah (lockdown) di tengah pandemi virus corona (covid-19).

Menurut hitungan Erick, kontraksi ekonomi bisa lebih parah lagi dari capaian kuartal kedua lalu yang minus 5,32 persen, bila lockdown diterapkan. Sebab, lockdown akan mematikan roda kegiatan ekonomi.

"Presiden mengambil keputusan sangat tepat. Bayangkan kalau kita dulu lockdown, berapa hancur ekonomi kita? Kalau kita lihat ekonomi kita sekarang dibandingkan negara-negara G-20 pun lebih bagus," ujarnya, lewat video conference, Jumat (7/9).


Hal itu dikarenakan formula 'gas' dan 'rem' lewat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ala Pemerintahan Presiden Jokowi. Formula 'gas' dan 'rem' itu dinilai paling tepat untuk Indonesia.

Ia menegaskan kunci dari penanganan pandemi ialah berjalannya stimulus dan pembatasan aktivitas ekonomi secara beriringan.

Ia juga mengklaim bahwa itu lah yang dilakukan pemerintah dengan memberikan stimulus secara periodik untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang anjlok akibat PSBB.

"Tapi bukan berarti mau menggencet rem tanpa membuat stimulus, ini yang gas dan rem tapi stimulus jalan," tekannya.

Memang, Erick mengakui dalam proses pelaksanaan pemulihan ekonomi dan kesehatan masih terdapat tumpang tindih (overlapping). Pun demikian, dapat dipastikan kesehatan selalu menjadi prioritas pemerintah, sembari memantau pergerakan ekonomi.

Oleh karena itu, Erick menuturkan bahwa berbagai stimulus penggerak ekonomi yang digelontorkan harus bertahap.

Ambil contoh, sektor pariwisata yang telah terpuruk sejak Maret lalu. Meski belum memungkinkan untuk langsung membuka sektor tersebut untuk seluruh kalangan seperti sedia kala, namun Erick menilai pemerintah harus mendorong aktivitas pariwisata secara bertahap.

Hal itu dimulai dari pelancong lokal di daerah tertentu yang sudah siap. "Tetap pariwisata lokal didorong tapi kalau benar-benar dorong sampai ke luar negeri seperti dulu enggak siap, jangan dulu," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(wel/bir)