Ekonomi Inggris Diramal Lama Pulih dari Tekanan Corona

CNN, CNN Indonesia | Jumat, 07/08/2020 14:49 WIB
Bank of England memproyeksikan perekonomian Inggris akan membutuhkan waktu lebih lama dari yang diharapkan untuk pulih dari pandemi virus corona. Bank of England memproyeksikan perekonomian Inggris akan membutuhkan waktu lebih lama dari yang diharapkan untuk pulih dari pandemi virus corona. Ilustrasi. (Pixabay/skeeze).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank of England memproyeksikan perekonomian Inggris akan membutuhkan waktu lebih lama dari yang diharapkan untuk pulih dari pandemi virus corona.

Bank sentral Inggris ini memperingatkan dampak dari meningkatnya pengangguran dan risiko lain seperti gelombang kedua infeksi corona dan Brexit.

Bank sentral memproyeksikan PDB Inggris bisa menyusut 9,5 persen pada tahun ini. Angka tersebut menjadi yang terburuk dalam 99 tahun terakhir.


"Kami akan mengalami penurunan yang luar biasa besar dari pada perkiraan, yang mencerminkan risiko seperti yang kami lihat," kata Gubernur Bank of England Andrew Bailey dikutip dari CNN.com, Jumat (7/8).

Walaupun kegiatan ekonomi telah meningkat sejak pembukaan lockdown, bank sentral tetap melihat laju pemulihan akan melambat hingga akhir tahun.

"Kami tidak menerima sinyal kuat dari pemulihan dalam hal apa yang terjadi selanjutnya," tambah Bailey.

PDB Inggris saat ini diperkirakan tidak akan melebihi tingkat yang dicapai pada kuartal terakhir 2019. Pada Mei lalu, bank sentral memperkirakan pemulihan selama paruh kedua tahun depan.

Mereka memprediksi pertumbuhan PDB 9 persen bisa dicapai tahun depan.

Bank of England telah memberikan dukungan atau stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pasalnya, Inggris berjuang melawan resesi bersejarah.

Bank sentral telah memangkas suku bunga utamanya ke rekor terendah 0,1 persen pada bulan Maret lalu.

Program pembelian obligasi telah membengkak menjadi US$979 miliar dan ekonom secara luas mengharapkan pelonggaran kuantitatif hingga US$$ 131,4 miliar pada November.

"Proyeksi ekonomi terbaru BoE yang terlalu optimis membuka pintu lebar-lebar untuk lebih banyak stimulus moneter akhir tahun ini," kata ekonom senior Berenberg Kallum Pickering dalam sebuah catatan penelitian.

[Gambas:Video CNN]



(age/agt)