BPJS Kesehatan Kantongi Laba Rp369 Miliar Tahun Lalu

CNN Indonesia | Jumat, 07/08/2020 21:48 WIB
BPJS Kesehatan membukukan laba sebesar Rp369 miliar pada 2019, setelah merugi Rp57,33 miliar pada tahun sebelumnya. BPJS Kesehatan membukukan laba sebesar Rp369 miliar pada 2019, setelah merugi Rp57,33 miliar pada tahun sebelumnya. (ANTARA FOTO/Fauzan).
Jakarta, CNN Indonesia --

BPJS Kesehatan akhirnya membukukan laba sebesar Rp369,06 miliar pada 2019. Kinerja keuangan perusahaan berbalik dari sebelumnya rugi Rp57,33 miliar pada 2018. 

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, laba muncul karena total pendapatan lebih tinggi dari beban keuangan. Tercatat, total pendapatan perusahaan mencapai Rp4,43 triliun. 

Pendapatan berasal dari pendapatan operasional dari penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebesar Rp4,09 triliun dan pendapatan non operasional Rp338,86 miliar. 


Pendapatan operasional naik 8,57 persen secara tahunan dari Rp3,76 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara, pendapatan non operasional meningkat 227,74 persen dari Rp103,39 miliar. 

Pendapatan non operasional berasal dari investasi Rp690,48 miliar dan pendapatan lain Rp28,1 miliar. Namun, ada beban investasi sebesar Rp97,85 miliar dan beban lain Rp281,86 miliar.

Sementara, beban operasional naik 3,34 persen dari Rp3,97 triliun menjadi Rp4,11 triliun pada periode yang sama. Namun begitu, jumlahnya tetap lebih rendah dari keseluruhan pendapatan.

Dari sisi aset, perusahaan peralihan PT Asuransi Kesehatan (Askes) itu memiliki aset Rp13,26 triliun. Jumlahnya naik 4,49 persen dari Rp12,69 triliun pada 2018. 

Aset terdiri dari aset lancar Rp5,88 triliun yang naik 2,97 persen dari Rp5,71 triliun dan aset tidak lancar Rp7,37 triliun atau naik 5,73 persen dari Rp6,97 triliun. Perseroan juga tercatat memiliki utang Rp2,95 triliun, naik 15,23 persen dari Rp2,56 triliun pada 2018. 

Utang terdiri dari utang jangka pendek Rp643,63 miliar dan jangka panjang Rp2,31 triliun. Utang jangka pendek turun 5,3 persen dari tahun sebelumnya Rp679,71 miliar, sedangkan utang jangka panjang naik 23,52 persen dari Rp1,87 triliun. 

Di sisi lain, perusahaan mencatat ada kenaikan Dana Pinjaman Sosial (DJS) Kesehatan dari sisi pendapatan dan beban. Pendapatan dari program ini meningkat 15,93 persen dari Rp96,66 triliun menjadi Rp112,06 triliun. 

Pendapatan meningkat dari pos iuran sekitar 30,8 persen menjadi Rp111,75 triliun dan pendapatan lain naik 13,19 persen menjadi Rp301,77 miliar. Sementara, beban naik 19,98 persen dari Rp107,6 triliun menjadi Rp129,1 triliun. 

Peningkatan beban berasal pos jaminan kesehatan yang tumbuh 15,01 persen menjadi Rp108,45 triliun, cadangan teknis naik 50,31 persen menjadi Rp9,5 triliun, dan operasional BPJS Kesehatan meningkat 8,77 persen menjadi Rp4,09 triliun. 

Lalu, beban cadangan penurunan nilai piutang iuran terkerek 108,66 persen menjadi Rp5,78 triliun dan beban lainnya naik 191,24 persen menjadi Rp1,26 triliun. 

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)