Riset Ungkap Gaji Karyawan Tak Bisa Salip Biaya Kesehatan

CNN Indonesia | Jumat, 07/08/2020 13:17 WIB
Hasil riset perusahaan asuransi berbasis digital menyebut kenaikan gaji yang mengikuti inflasi tak mampu menutup peningkatan biaya kesehatan. Riset menunjukkan kenaikan gaji pekerja di Indonesia tak mampu mengimbangi peningkatan biaya kesehatan beberapa tahun belakangan ini. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pialang asuransi berbasis digital Lifepal menyebut kenaikan biaya kesehatan di Indonesia tiga kali lipat lebih tinggi dari rata-rata inflasi atau harga barang dan jasa tahunan. Kenaikan biaya kesehatan juga tak seimbang dengan peningkatan gaji masyarakat.

Itu tercermin dari rata-rata kenaikan biaya kesehatan pada 2017-2019 yang sebesar 10,9 persen per tahun. Kenaikan itu terjadi di tengah rata-rata inflasi tahunan untuk periode sama yang hanya 3,15 persen.

Serupa, kenaikan gaji bersih pekerja formal per tahunnya hanya berkisar di angka 4 persen. Artinya, pendapatan masyarakat tak menutupi pengeluaran untuk biaya kesehatan.


Celakangan, kondisi itu diperparah dengan minimnya kepemilikan asuransi kesehatan masyarakat Indonesia. Biaya kesehatan yang dimaksud meliputi biaya kamar RS, rawat jalan, pengobatan, dan persalinan.

"Berdasarkan riset Lifepal, tingkat inflasi dan kenaikan gaji bersih pekerja formal di Indonesia tidak sebanding dengan biaya medis yang per tahunnya meningkat sebesar 10 persen hingga 11 persen," seperti dikutip dari riset Lifepal, Jumat (7/8).

Oleh sebab itu, Lifepal menyarankan pekerja untuk mendaftarkan diri di program jaminan kesehatan untuk mengantisipasi risiko finansial akibat mahalnya biaya kesehatan.

Menurut Lifepal, pekerja dapat memilih alternatif yang cocok dengan keuangan masing-masing. Untuk mereka yang berpenghasilan rendah atau memiliki tanggungan utang, bisa mendaftarkan diri dan keluarga di asuransi kesehatan pemerintah yakni BPJS Kesehatan.

[Gambas:Video CNN]

Program jaminan kesehatan semesta ini selain murah, juga menawarkan manfaat yang cukup memadai. Keuntungan lainnya, peserta dapat memilih masuk kelas yang sesuai dengan kemampuan membayar iuran per bulan.

Bagi mereka yang tergolong tidak mampu juga dapat mengajukan subsidi.

"Sejatinya BPJS Kesehatan memiliki banyak manfaat, hampir semua penyakit ditanggung BPJS, iuran bulanan terjangkau, sistem pembayarannya mudah, juga menjamin kesehatan seumur hidup," ungkap Lifepal.

Selain itu, prosedur pendaftaran pun relatif mudah. Pasalnya, peserta tak butuh melakukan pengecekan kesehatan sebelum menjadi peserta atau pun memenuhi pre-existing condition atau ketentuan asuransi kesehatan yang sudah ada.

Alternatif lain, pekerja juga dapat memilih asuransi kesehatan swasta. Meski relatif lebih mahal dibandingkan BPJS Kesehatan, namun secara umum asuransi kesehatan swasta memberikan layanan yang lebih cepat, mudah, dan fleksibel.

Lifepal menyebut, sejatinya pilihan tak menjadi masalah, pekerja hanya perlu menyesuaikan kondisi keuangan serta preferensi dengan kebutuhan. Membayar asuransi kesehatan dinilai Lifepal dapat meminimalisir risiko tongpes akibat berobat.

"Mengetahui tingkat kenaikan biaya kesehatan setiap tahunnya, solusi preventif seperti dua produk tersebut dapat membantu meringankan beban kebutuhan dana darurat yang semakin besar," pungkasnya.

(wel/agt)