Erick Thohir Deg-degan Siapkan 380 Juta Dosis Vaksin Corona

CNN Indonesia | Jumat, 07/08/2020 19:14 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengaku deg-degan menyediakan 380 juta dosis vaksin covid-19 hingga 2021 karena jumlah tersebut 10 kali lipat kapasitas normal. Menteri BUMN Erick Thohir mengaku deg-degan menyediakan 380 juta dosis vaksin covid-19 hingga 2021 karena jumlah tersebut 10 kali lipat kapasitas normal.(ANTARA FOTO/Galih Pradipta).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri BUMN Erick Thohir mengaku deg-degan mengemban tugas dari Presiden Joko Widodo untuk memastikan BUMN siap menyediakan 320 juta sampai 380 juta dosis vaksin covid-19 hingga 2021.

Pasalnya, jumlah tersebut berkisar 10 kali lipat dari kemampuan produksi normal PT Bio Farma (Persero) sebesar 30 juta hingga 40 juta dosis vaksin. Namun, Erick menyanggupi tugas yang disebutnya sebagai misi mustahil tersebut.

"Deg-degan. Bayangkan imunisasi kapasitas 40 juta sekarang harus 320 juta sampai 380 juta," katanya, Jumat (7/8).


Erick memastikan pada akhir tahun ini, Bio Farma dibantu kedua anak perusahaannya yaitu PT Kimia Farma (Persero) Tbk dan PT Indofarma (Persero) Tbk mampu memproduksi 200 juta dosis vaksin covid-19 tanpa harus mengorbankan produksi vaksin reguler seperti polio.

Sehingga, sepanjang 2021 pemerintah dapat menyediakan kurang lebih 400 juta dosis vaksin. Pada Januari-Februari 2021 vaksinasi dapat dilakukan untuk 30 juta hingga 40 juta dosis pertama.

Erick menyebut setidaknya akan ada 160 ribu hingga 190 ribu orang yang harus menerima vaksin. Per orang dibutuhkan dua kali vaksin, sehingga ia memperkirakan dibutuhkan setidaknya 320 juta vaksin siap pakai pada 2021.

Selain produksi, Erick menyebut tantangan selanjutnya adalah distribusi dan proses vaksinasi di masyarakat. Dalam hal ini, ia menyebut keberhasilan akan bergantung pada kekompakan antar lintas Kementerian, Pemda, TNI/Polri, dan perangkat masyarakat.

Keterbatasan kemampuan membuat tahap awal vaksin akan diberikan kepada daerah-daerah yang paling memerlukan, seperti provinsi dengan kasus covid-19 paling banyak.

"Ini sesuatu yang impossible (mustahil) kalau sendiri-sendiri, tapi ga mau tahu harus bisa setahun karena risikonya pemulihan ekonomi akan lama lagi," tuturnya.

Selain bertumpu pada kemampuan BUMN, Erick menyatakan akan menggandeng farmasi swasta demi memastikan kebutuhan vaksin terpenuhi. Namun, ia memastikan kewenangan tidak akan dilepas demi memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan vaksin.

[Gambas:Video CNN]



(wel/age)