Kemenkeu Catat Realisasi Belanja Daerah Baru 35,3 Persen

aud, CNN Indonesia | Selasa, 11/08/2020 19:07 WIB
Kemenkeu mencatat realisasi belanja APDB baru 35,3 persen dari pagu Rp1.080,7 triliun per awal Agustus 2020. Kemenkeu mencatat realisasi belanja APDB baru 35,3 persen dari pagu Rp1.080,7 triliun per awal Agustus 2020. Ilustrasi. (CNNIndonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penyerapan belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar 35,3 persen dari pagu Rp1.080,7 triliun per awal Agustus 2020. Artinya, belanja daerah baru terealisasi Rp381,24 triliun.

Kendati demikian, Direktur Dana Transfer Khusus Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kemenkeu Putut Hari Satyaka mengungkapkan realisasi penyerapan anggaran belanja ini lebih besar ketimbang awal Agustus 2019 lalu. Saat itu, penyerapannya baru 29,9 persen.

"Ini (realisasi) agregat seluruh daerah di Indonesia," ungkap Putut kepada CNNIndonesia.com, Selasa (11/8).


Ia bilang penyerapan belanja yang lebih besar ketimbang tahun lalu karena ada perubahan pagu belanja akibat pandemi virus corona. Sebelumnya, total belanja APBD 2020 sebesar Rp1.242 triliun, tapi jumlahnya turun menjadi Rp1.080,7 triliun.

"Ada beberapa kemungkinan (realisasi anggaran lebih besar tahun ini) karena pagu setelah penyesuaian lumayan turun," kata Putut.

Selain itu, pemerintah daerah juga mempercepat belanja untuk kebutuhan penyaluran bantuan sosial (bansos). Bantuan diberikan sebagai upaya pemerintah daerah dalam menangani dampak pandemi virus corona.

"Ada percepatan untuk bansos dalam rangka penanganan covid-19 (virus corona)," terang Putut.

Sementara, realisasi pendapatan daerah sejauh ini baru 47,6 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp1.059 triliun. Realisasi ini, kata Putut, lebih besar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 45 persen.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para gubernur untuk terus meningkatkan dan mempercepat realisasi belanja mereka. Ini khususnya terkait belanja modal yang dianggap paling berdampak bagi perekonomian daerah di tengah pandemi virus corona.

"Kalau dilihat, ini yang menggerakkan, yang paling menggerakkan dari belanja-belanja itu adalah belanja modal. Karena yang pegawai itu rutin," ujar Jokowi.

[Gambas:Video CNN]

Sayangnya, menurut catatannya, realisasi belanja modal dari masing-masing daerah masih cukup minim. Sumatra Selatan, misalnya, realisasi belanja modalnya masih sekitar 1,4 persen dari total pagu sampai Juli 2020.

Begitu pula dengan belanja modal Papua baru 4,8 persen, Kalimantan Barat 5,5 persen, Sulawesi Tenggara 5,6 persen, Aceh 8,9 persen, dan Maluku Utara 10,3 persen.

(sfr)