Inggris Ikut Terperosok ke Dalam Resesi Ekonomi

CNN Indonesia | Rabu, 12/08/2020 14:02 WIB
Inggris resmi terperosok ke dalam jurang resesi ekonomi setelah ekonomi mereka minus 20,4 persen pada kuartal II 2020 dan minus 2,2 persen pada kuartal I. Inggris ikut terjebak ke jurang resesi corona setelah ekonomi mereka minus 20,4 persen pada kuartal II 2020. Ilustrasi. (Wikipedia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Inggris akhirnya ikut terperosok ke dalam jurang resesi ekonomi corona. Resesi terjadi setelah Kantor Statistik Nasional Inggris melaporkan ekonomi Inggris minus 20,4 persen pada kuartal II tahun ini.

Kontraksi ekonomi tersebut merupakan lanjutan. Pasalnya, ekonomi Inggris tercatat minus 2,2 persen pada kuartal I 2020 lalu. 

Kantor Statistik Nasional dalam pengumuman mereka menyatakan ekonomi Inggris pada kuartal II mendapatkan tekanan dari kebijakan penguncian wilayah atau lockdown yang diterapkan negara tersebut demi mempersempit penyebaran virus corona.


Kebijakan tersebut telah melumpuhkan kegiatan ekonomi sehingga pertumbuhannya mengalami tekanan hebat.

"Jelas bahwa Inggris berada dalam rekor resesi terbesar," kata Kantor Statistik Nasional Inggris seperti dikutip dari AFP, Rabu (12/8).

Sebagai informasi, resesi ekonomi akibat virus corona tak hanya menimpa Inggris. Sejumlah negara sudah terlebih dahulu terperosok ke dalam resesi ekonomi.

Salah satunya Amerika Serikat. Negeri Paman Sam pada akhir Juli lalu resmi masuk ke dalam jurang resesi setelah ekonomi negeri tersebut minus 5 persen pada kuartal I 2020 dan minus 32,9 persen pada kuartal II 2020.

[Gambas:Video CNN]

Resesi juga menimpa Jerman setelah pertumbuhan ekonomi mereka minus 10,1 persen pada kuartal II 2020  dan minus 2,2 persen pada kuartal I 2020.

Kontraksi ekonomi Jerman juga menjadi terbesar dan lebih parah dari krisis keuangan 2008-2009.

Tak hanya Jerman, Korea Selatan juga mengalami pertumbuhan ekonomi negatif dua kuartal berturut-turut pada tahun ini. Negeri K-Pop tumbuh minus 1,3 persen pada kuartal I 2020 dan minus 3,3 persen pada kuartal II 2020.

Singapura juga berada di jurang resesi pada kuartal II 2020. Ekonomi Negeri Singa turun 12 persen pada kuartal II 2020 setelah tumbuh minus 0,7 persen pada kuartal I 2020.

(AFP/sfr)