LPDP Kejar Pengembalian Dana 3 Alumni Selain Veronica Koman

CNN Indonesia | Kamis, 13/08/2020 11:27 WIB
LPDP mencatat 115 kasus alumni penerima bea siswa yang tak kembali ke Indonesia seperti Veronica Koman. 51 kasus di antaranya dalam proses pengenaan sanksi. LPDP mencatat 115 kasus alumni yang tak kembali ke Indonesia. 51 kasus di antaranya dalam proses pengenaan sanksi. Ilustrasi. (CNNIndonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan mengaku mengejar tiga alumni selain Veronica Koman untuk mengembalikan dana beasiswa yang didapat. Alasannya, alumni-alumni tersebut tidak memenuhi kewajibannya sesuai surat perjanjian dan surat pernyataan.

Kewajiban yang dimaksud, seperti menyelesaikan studi, kembali ke Tanah Air dan berkarya untuk Indonesia.

Namun, LPDP menegaskan ada 115 kasus alumni yang tak kembali ke Indonesia. 60 kasus di antaranya sudah diberikan peringatan dan memilih kembali.


Sedangkan sisanya, 51 kasus, dalam proses pengenaan sanksi. Sementara, empat kasus dalam proses penagihan, termasuk di dalamnya Veronica.

"Hingga Agustus 2020, terdapat 24.926 penerima beasiswa LPDP dan 11.519 alumni," tulis LPDP dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (13/8).

Veronica adalah pegiat hak asasi manusia (HAM) dalam isu Papua. Menurut LPDP, Veronica menginformasikan sempat kembali ke Indonesia pada 2018 lalu untuk mendampingi aksi para mahasiswa Papua di Surabaya.

Lalu, ia kembali lagi ke Australia. Namun, saat itu ia pulang sebelum lulus. Artinya, bukan pemenuhan kewajiban sebagai alumni.

Veronica baru lulus pada Juli 2019 dan melaporkan kelulusannya pada aplikasi sistem LPDP pada 23 September 2019. Itu pun, belum lengkap.

Setelah menjadi alumni, Veronica tidak memenuhi kewajiban kembali dan berkarya di Indonesia, sesuai perjanjian dan surat pernyataan.

Atas dasar itulah, LPDP pada 24 Oktober 2019 menerbitkan surat keputusan dirut tentang sanksi pengembalian dana beasiswa LPDP sebesar Rp773.876.918. Pada 29 November 2019 diterbitkan surat penagihan pertama kepada Veronica.

Pada 15 Februari 2020, Veronica mengajukan metode pengembalian dana beasiswa dengan cicilan 12 kali. Ia membayar cicilan pertama sebesar Rp64,5 juta pada April 2020.

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)