Luhut Tegaskan RI Belum Terima Turis Asing Hingga Akhir 2020

CNN Indonesia | Kamis, 13/08/2020 12:45 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia belum akan membuka sektor pariwisata untuk turis asing hingga akhir 2020. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia belum akan membuka sektor pariwisata untuk turis asing hingga akhir 2020.(ANTARA FOTO/Fikri Yusuf).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan Indonesia belum akan membuka sektor pariwisata untuk turis asing hingga akhir 2020.

Ia mengatakan, pemerintah memutuskan mengoptimalkan turis domestik untuk memulihkan industri pariwisata yang roboh akibat pandemi covid-19.

"Kami mau turis domestik itu 70 persen. Masalah turis asing, kami sampai akhir tahun belum akan terima. Biar saja kami konsolidasi dulu," ujar Luhut dalam webinar yang digelar APINDO, Kamis (13/8).


Jika hal tersebut diimplementasikan, artinya rencana Gubernur Bali Wayan Koster untuk membuka kembali Bali untuk turis asing pada 11 September 2020 akan batal. 

Pasalnya, pemerintah pun masih menerapkan Peraturan Kementerian Hukum dan HAM (Permenkumham) nomor 11 tahun 2020 yang melarang sementara orang asing masuk ke wilayah Republik Indonesia.

Kendati demikian, Luhut menyampaikan kasus positif Covid-19 di sejumlah daerah pariwisata sudah mengalami penurunan. Artinya, tempat-tempat wisata sudah mulai bisa kembali dikunjungi oleh turis lokal.

"Kemarin Bali dan Banyuwangi sudah kami buka," tutur Luhut.

Menurut Luhut dengan demikian pemulihan sektor pariwisata akan berlangsung, meskipun tak mudah. Luhut memperkirakan butuh sekitar 10 bulan agar sektor ini bisa kembal bergeliat seperti sebelum covid-19.

"Kami bersyukur ternyata setelah dua pekan angka covid-19 di Bali menurun. Gubernur mengatakan ada herbal daerah, meminum arak dari mereka. Entah benar entah tidak, yang penting kelihatan turun, saya dukung saja lah," ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan kembali membuka sektor pariwisata bagi wisatawan mancanegara (wisman) pada 11 September 2020. Pembukaan kembali sektor pariwisata akan diikuti dengan protokol kesehatan yang ketat demi menekan potensi penularan virus corona.

Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan pihaknya telah mengeluarkan surat edaran gubernur tentang adaptasi kebiasaan baru agar pembukaan sektor pariwisata bisa membuat wisatawan tetap merasa aman dan nyaman. Hal ini bukan hanya untuk wisatawan asing, tapi juga lokal.

"Untuk memulai aktivitas ini kami sudah mengeluarkan surat edaran gubernur tentang adaptasi kebiasaan baru berkaitan dengan pelaksanaan aktivitas ini supaya sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat lokal dan internasional yang akan berkunjung ke Bali," ungkap Wayan dalam video conference, beberapa waktu lalu.

Sementara, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama menyatakan pemerintah akan menyasar orang Indonesia yang biasanya berlibur ke luar negeri untuk mengunjungi lokasi wisata dalam negeri. Ia mencatat setidaknya ada 8 juta orang Indonesia yang bepergian ke luar negeri setiap tahunnya.

"Bagaimana kami upayakan agar potensi ini, agar berwisata di Indonesia. Bayangkan US$9 miliar mereka spend di luar negeri segitu banyak. Artinya, ini ada potensi untuk spend di Indonesia," pungkas Wishnutama.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/age)