Covid-19 Bikin Perjanjian Dagang Terkendala

CNN Indonesia | Kamis, 13/08/2020 15:47 WIB
Kementerian Perdagangan menyebut perjanjian perdagangan terkendala karena semua negara tengah fokus memulihkan ekonomi masing-masing. Kementerian Perdagangan menyebut perjanjian perdagangan terkendala karena semua negara tengah fokus memulihkan ekonomi masing-masing. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perdagangan menyebut penyelesaian perjanjian kerja sama perdagangan ikut terdampak pandemi covid-19. Pasalnya, semua negara fokus pada pemulihan ekonomi masing-masing.

"Perundingan kerja sama negara agak sulit diselesaikan karena rata-rata mereka (berupaya) bagaimana memulihkan ekonomi di masing-masing negara," terang Kasubdit Produk Agro Direktorat Pengembangan Produk Ekspor Kemendag Mila Kamila Bishry, Kamis (13/8).

Oleh sebab itu, ia menuturkan Kemendag akan memaksimalkan kerja sama perdagangan yang sudah ada baik dalam bentuk perjanjian perdagangan bebas (FTA) maupun Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).


Dalam kesempatan itu, Mila juga menuturkan sejumlah tantangan perdagangan global lainnya di era pandemi. Ia mengatakan terjadi perubahan perilaku konsumen dan pola perdagangan global.

"Konsumen lebih selektif dan memprioritaskan higienitas serta peningkatan transaksi perdagangan secara online," paparnya.

Selain itu, ia menuturkan sejumlah negara melakukan proteksionisme dagang, sehingga memberikan tantangan bagi produk Indonesia untuk masuk ke negara tersebut.

Proteksionisme dagang itu dalam bentuk bea anti dumping, subsidi, safeguard, dan sebagainya.

Selain tantangan eksternal, ia juga mengungkapkan terdapat tantangan dari dalam negeri, yakni dampak pandemi pada sektor UMKM. Karenanya, ia meminta UMKM untuk melakukan diversifikasi produk dan inovasi dalam menghadapi pandemi covid-19.

"UMKM harus inovasi produk dalam rangka peningkatan perdagangan. Kita harus fokus pada permintaan global," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menuturkan Indonesia berkomitmen menandatangani perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) pada tahun ini.

Hampir dapat dipastikan penandatanganan perjanjian dilakukan pada November 2020. Sebab, teks perjanjian sudah disepakati dan proses konsistensi bahasa hukum (legal scrubbing) sudah hampir selesai.

"Indonesia sebagai penggagas sekaligus koordinator perundingan RCEP dan seluruh peserta lainnya menyampaikan komitmen yang kuat untuk menyelesaikan perundingan RCEP tahun ini," ujar Agus Juni lalu.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)