Belum Setor Lapkeu 2019, 30 Emiten Didenda BEI Rp150 Juta

CNN Indonesia | Kamis, 13/08/2020 15:01 WIB
BEI menyatakan 30 emiten belum menyetorkan laporan keuangan periode 2019 hingga batas waktu yang ditentukan, yakni 30 Juli 2020. BEI menyatakan 30 emiten belum menyetorkan laporan keuangan periode 2019 hingga batas waktu yang ditentukan, yakni 30 Juli 2020. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan 30 emiten belum menyetorkan laporan keuangan periode 2019 hingga batas waktu yang ditentukan, yakni 30 Juli 2020. Otoritas bursa telah memberikan peringatan tertulis III dan denda sebesar Rp150 juta kepada perusahaan-perusahaan tersebut.

Mengutip laman resmi BEI, peringatan dan sanksi denda ini diberikan berdasarkan ketentuan II.6.3. Peraturan Bursa Nomor I-H tentang Sanksi.

Dalam aturan itu, bursa akan memberikan peringatan tertulis III dan denda Rp150 juta atas keterlambatan penyampaian laporan keuangan sampai 90 hari kalender terhitung sejak lampaunya batas waktu penyampaian laporan keuangan.


"Sampai 30 Juli 2020 terdapat 30 perusahaan tercatat belum menyampaikan laporan keuangan auditan yang berakhir pada 31 Desember 2019 dan/atau melakukan pembayaran denda atas keterlambatan penyampaian laporan keuangan kepada bursa," tulis keterangan resmi BEI, dikutip Kamis (13/8).

Beberapa perusahaan yang belum melaporkan kinerja keuangannya sepanjang 2019, antara lain PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI), PT Air Asia Indonesia Tbk (CMPP), PT Cowell Development Tbk (COWL), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), dan PT Golden Plantation Tbk (GOLL).

Lalu, PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO), PT Evergreen Invesco Tbk (GREN), PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI), PT Grand Kartech Tbk (KRAH), PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO), dan PT Pollux Megah Internusa Tbk (NUSA).

Selain itu, ada 43 emiten yang belum menyerahkan laporan keuangan interim kuartal I 2020 hingga 30 Juli 2020. Atas hal itu, BEI memberikan denda sebesar Rp50 juta kepada 43 perusahaan tersebut.

Sejumlah emiten yang belum menyerahkan laporan keuangan kuartal I 2020, misalnya PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM).

Lalu, satu emiten bernama PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) diklaim hingga 3 Agustus 2020 belum menyampaikan laporan keuangan interim kuartal I 2020 yang ditelaah secara terbatas oleh akuntan publik. Perusahaan tersebut telah dikenakan peringatan tertulis I.

Kemudian, dua perusahaan tercatat belum memberikan laporan keuangan interim kuartal I 2020 yang diaudit oleh akuntan publik. Dua perusahaan itu diberikan batas waktu hingga 31 Agustus 2020.

Kedua perusahaan itu bergerak di sektor properti dan media. Mereka adalah PT Sentul City Tbk (BKSL) dan PT Intermedia Capital Tbk (MDIA).

[Gambas:Video CNN]



(aud/age)