Faisal Basri soal Kredit UMKM dari Bank BUMN: Kanibalisasi

CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2020 11:39 WIB
Ekonom Faisal Basri menilai penyaluran kredit puluhan triliun dari bank BUMN kepada UMKM sebagai kanibalisasi. Artinya, penerima kredit itu-itu saja. Ekonom Faisal Basri menilai penyaluran kredit puluhan triliun dari bank BUMN kepada UMKM sebagai kanibalisasi. Artinya, penerima kredit itu-itu saja. (ANTARA FOTO/Andika Wahyu).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ekonom Senior Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri mengklaim penyaluran kredit oleh bank BUMN atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) puluhan triliun adalah kanibalisasi. Kucuran kredit itu dalam rangka pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19.

Ini artinya, penerima kredit sebenarnya adalah UMKM yang sebelumnya sudah mendapat kredit. Dengan demikian, jumlah UMKM yang menerima aliran kredit sebenarnya tak bertambah.

"Coba cek dalam waktu sekejap PT BRI (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bisa menyalurkan kredit untuk UMKM sampai Rp20 triliun. Saya berani jamin itu kanibalisasi," imbuhnya dalam Secret at News Room (Setroom) CNNIndonesia.com, Kamis (13/8) malam.


Kalau begini, kata Faisal, penyaluran kredit ke UMKM menjadi tak efektif. Sebab, pemerintah berharap UMKM yang mendapatkan saluran kredit merata demi menghidupkan lagi sektor riil setelah dihantam pandemi virus corona.

"Makanya, saya katakan seolah-olah penyaluran kredit meningkat tapi tidak efektif, karena itu-itu juga orangnya. Ini loh yang saya benci tuh itu. Saya berani jamin loh, taruhan saya penjara," tegas Faisal.

Menurutnya, kanibalisasi ini jelas terjadi karena Faisal menganggap rasanya mustahil bank dapat menyalurkan kredit ke ratusan ribu UMKM baru di tengah pandemi. Pasalnya, permintaan masyarakat juga sedang melemah.

"Coba bayangkan kredit UMKM Rp20 triliun itu ke berapa ratus ribu UMKM. Hebat sekali dalam satu bulan bisa dapat nasabah baru 100 ribu UMKM yang bermasalah covid-19 (virus corona)," kata Faisal.

Untuk itu, ia meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terkait hal ini. Menurut dia, pemerintah sebaiknya tidak membesarkan BUMN dengan cara tak benar.

"Kami bukan mau bangun state of capitalism. Kami ingin bangun bersama-sama. Masa Bank Mandiri disuruh salurkan kredit untuk UMKM, kan tidak ada kompetensinya. Ya sudah kan yang penting target, kanibalisme, tolong diperiksa," tegas Faisal.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo sebelumnya merinci realisasi penyaluran kredit dari penempatan dana pemerintah sebesar Rp43,5 triliun per 22 Juli 2020. Kredit itu diberikan kepada 518.797 nasabah. "Ini 145 persen dari total dana yang ditempatkan pemerintah," imbuh pria yang akrab disapa Tiko ini.

Sementara, Direktur Utama BRI Sunarso mengaku telah menyalurkan kredit dari 'celengan pemerintah' sebesar Rp24,93 triliun. Kredit itu diberikan kepada 583.517 nasabah.

Ia menyatakan perusahaan berkomitmen untuk melakukan ekspansi kredit dari tabungan pemerintah yang ditempatkan di emiten berkode BBRI ini. Penyaluran kredit ditargetkan mencapai Rp30 triliun atau tiga kali lipat dari total dana pemerintah di perusahaan.

Kemudian, Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar menuturkan perusahaan telah menyalurkan kredit dari penempatan dana pemerintah sebesar Rp16,2 triliun. Kredit diberikan kepada 27.854 nasabah.

Sama seperti BRI, manajemen Bank Mandiri juga berkomitmen untuk menyalurkan kredit tiga kali lipat dari tabungan pemerintah. Artinya, target ekspansi kredit dari penempatan dana pemerintah saja mencapai Rp30 triliun.

CNNIndonesia.com sudah mencoba mengonfirmasi penilaian Faisal terkait kanibalisasi yang dilakukan oleh BRI dan Bank Mandiri ke masing-masing manajemen. Namun, belum ada respons dari kedua perusahaan tersebut.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)