Jokowi Beberkan Resep Perbaiki Defisit Transaksi Berjalan

CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2020 11:24 WIB
Presiden Jokowi menyebut hilirisasi bahan mentah akan bermanfaat memperbaiki defisit transaksi berjalan (CAD). Presiden Jokowi menyebut hilirisasi bahan mentah akan bermanfaat memperbaiki defisit transaksi berjalan (CAD). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut upaya hilirisasi bahan mentah yang sedang 'digalakkan' oleh pemerintah akan memberikan beberapa manfaat bagi ekonomi domestik. Salah satunya memperbaiki defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD).

Jokowi mencontohkan beberapa upaya hilirisasi bahan mentah yang dilakukan ialah biji nikel yang diolah menjadi ferro nikel, stainless steel slab, lembaran baja, dan bahan utama untuk baterai lithium.

Selain itu, batu bara diolah menjadi methanol dan gas. Beberapa kilang dibangun untuk mengolah minyak mentah menjadi minyak jadi sekaligus penggerak industri petrokimia untuk memasok produk hilir bernilai tambah.


"Tahun 2019 kami juga sudah berhasil memproduksi dan menggunakan B20. Tahun ini kami mulai dengan B30, sehingga kami mampu menekan nilai impor minyak kami pada 2019," kata Jokowi dalam sidang tahunan MPR, Jumat (14/8).

PT Pertamina (Persero), lanjut dia, berhasil menciptakan katalis untuk membuat D100. Ia menjelaskan D100 ialah bahan bakar diesel yang 100 persen dibuat dari kelapa sawit. Saat ini, produksi D100 sedang diuji coba di dua kilang.

"Ini akan menyerap minimal 1 juta ton sawit produksi petani untuk kapasitas produksi 20 ribu barel per hari," terang Jokowi.

Ia bilang manfaat dari hilirisasi ini bukan hanya akan memperbaiki defisit transaksi berjalan, tapi juga meningkatkan lapangan pekerjaan dan mengurangi dominasi energi fosil.

"Hal ini akan membuat posisi Indonesia menjadi strategis dalam pengembangan baterai lithium, mobil listrik dunia, dan produsen teknologi di masa depan," jelas Jokowi.

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan sebesar US$3,9 miliar (1,4 persen dari PDB) pada kuartal I 2020. Angka itu jauh lebih rendah dari defisit pada kuartal sebelumnya yang mencapai US$8,1 miliar (2,8 persen dari PDB).

Sementara, Indonesia juga sedang membangun pabrik untuk memproduksi mobil dan baterai mobil listrik. Pembangunan itu khususnya dilakukan oleh Hyundai Motor Company di kawasan industri Deltamas, Bekasi.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)