Indikator Makro RAPBN 2021

CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2020 14:36 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan asumsi dasar makro ekonomi dalam Pidato Nota Keuangan RAPBN 2021, Jumat (14/8). Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan asumsi dasar makro ekonomi dalam Pidato Nota Keuangan RAPBN 2021, Jumat (14/8). (Muchlis - Biro Pers Setpres).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan asumsi dasar makro ekonomi dalam Pidato Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021 di Gedung DPR, Jumat (14/8).

1. Pertumbuhan Ekonomi: 4,5-5,5 persen

Pemerintah menargetkan ekonomi melaju di kisaran 4,5 persen hingga 5,5 persen. Target tersebut lebih tinggi dari target tahun ini, 5,3 persen, dan proyeksi realisasi yang berisiko negatif karena pandemi virus corona.

"Tingkat pertumbuhan ekonomi ini diharapkan didukung oleh peningkatan konsumsi domestik dan investasi sebagai motor penggerak utama," ujar Jokowi.


2. Inflasi 3 persen

Jokowi menyatakan inflasi akan tetap terjaga pada tingkat 3 persen untuk mendukung daya beli masyarakat. Asumsi tahun depan sedikit di bawah asumsi tahun ini, 3,1 persen.

3. Rupiah Rp14.600 per dolar AS

Asumsi nilai tukar tahun depan melemah dibandingkan asumsi pemerintah tahun ini Rp14.400 per dolar AS.

4. Suku bunga SBN 10 tahun 7,29 persen

Asumsi suku bunga tahun depan berbeda dari tahun ini yang menggunakan suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan, 5,4 persen.

5. Harga minyak mentah US$45 per barel

Asumsi harga minyak tahun depan lebih rendah dari tahun ini US$63 per barel

6. Lifting minyak dan gas bumi 705 ribu barel per hari dan 1.007.000 barel setara minyak per hari

Asumsi lifting minyak dan gas tahun depan lebih rendah dari tahun ini. Di mana tahun ini, target lifting minyak pemerintah  755 ribu barel per hari dan gas 1.195 barel setara minyak per hari.

[Gambas:Video CNN]



(aud/sfr)