Erick Thohir Targetkan Imunisasi Massal Corona Awal 2021

CNN Indonesia | Sabtu, 15/08/2020 13:03 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan imunisasi massal corona bisa dilakukan awal 2021. Sembari menunggu imunisasi, pemerintah akan jaga masyarakat. Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan imunisasi massal virus corona bisa dilakukan awal tahun depan. (Dok. Kementerian BUMN).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan program imunisasi massal virus corona bisa dilakukan awal 2021 mendatang. Sembari menunggu program tersebut, ia mengatakan pemerintah akan tetap menjaga masyarakat supaya tetap sehat dan produktif.

Upaya itu akan dilakukan dengan menggelontorkan bantuan ke masyarakat termiskin, mikro dan UMKM. Bantuan tersebut diberikan dengan menggelontorkan bantuan sosial dan kredit kepada mereka.

Sebagaimana diketahui, pemerintah melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional menggelontorkan anggaran sebesar Rp695,2 triliun.


Anggaran tersebut digelontorkan untuk bansos masyarakat kurang mampu sebesar Rp203,9 triliun, UMKM sebesar Rp123,46 triliun, insentif usaha Rp120,61 triliun, kementerian/lembaga atau pemerintah daerah Rp106,11 triliun, kesehatan Rp87,55 triliun, dan pembiayaan koperasi Rp53,55 triliun.

Erick berarap bantuan tersebut menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan corona. 

"Setelah ini berjalan tetap kami menggerakkan stimulus ekonomi dan penemuan vaksin yang nantinya diharapkan awal tahun depan imunisasi massal," katanya dalam sebuah diskusi yang dilakukan di Jakarta, Sabtu (15/8).

Sebagai informasi, pemerintah saat ini memang tengah melakukan uji klinis vaksin corona tahap III. Uji coba dilakukan dilakukan terhadap 1.620 daftar relawan.

Erick mengatakan jika uji klinis sesuai dengan harapan, maka pemerintah akan segera melakukan imunisasi massal corona.

Dihubungi secara terpisah, Ahli biologi molekuler Ahmad Rusdan Handoyo Utomo turut mengingatkan semua pihak, untuk tidak terlalu bereuforia atau berharap penuh terhadap vaksin Sinovac yang sudah uji klinis fase III.

"Karena tidak ada jaminan bahwa uji klinis fase III akan berhasil membuktikan efek proteksi. Semua peneliti yang terlibat dalam uji klinis tidak ada yang berani menjamin," kata Ahmad.

Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Hermawan Saputra juga mengingatkan agar masyarakat tidak melonggarkan protokol kesehatan, sebelum vaksin benar-benar ada.

"Sebagai masyarakat tentu saja tidak boleh terlalu over-confidence vaksin akan ada pada awal Januari 2021. Tetapi kita juga tetap berharap optimis, sadar dan sabar dalam perilaku hidup sehat," sambungnya.

[Gambas:Video CNN]



(chr/agt)