Pendaftaran Peserta Kartu Prakerja Gelombang V Dibuka

CNN Indonesia | Sabtu, 15/08/2020 13:56 WIB
Pelaksana Program Kartu Prakerja menyatakan jumlah kuota yang disediakan pada pendaftaran peserta Kartu Prakerja gelombang V sebanyak 800 ribu orang. Pendaftaran peserta Kartu Prakerja gelombang V dibuka. Kuota pendaftaran yang dibuka sebanyak 800 ribu perserta. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pendaftaran peserta gelombang V Program Kartu Prakerja resmi dibuka pada Sabtu (15/8). Kepastian tersebut disampaikan oleh Head Of Communication Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Louisa Tuhatu.

"Iya sudah dibuka jam 12.00 (Sabtu ini)," katanya kepada CNNIndonesia, Sabtu(15/8).

Ia mengatakan kuota yang dibuka pada pendaftaran gelombang V ini sebanyak 800 ribu peserta. Kuota tersebut sama dengan yang diberikan pada pendaftaran gelombang IV.


Manajemen menyatakan pendaftaran terbuka untuk semua yang memenuhi syarat. Termasuk, pendaftar yang gagal dalam pendaftaran gelombang IV kemarin.

"Bagi yang kemarin belum berhasil) Bisa langsung tekan tombol "gabung" di dashboard mereka karena data mereka sudah terdaftar," katanya.

Pemerintah melaksanakan Program Kartu Prakerja sejak beberapa bulan lalu. Mereka mengalokasikan dana sebesar Rp20 triliun untuk program tersebut.

Dana itu digunakan untuk biaya pelatihan sebesar Rp5,6 triliun, insentif sebesar Rp13,45 triliun, dana survei Rp840 miliar, PMO Rp100 juta.

Nantinya, setiap peserta yang mengikuti program kartu prakerja akan mendapatkan total insentif bantuan pelatihan sebesar Rp3,55 juta. Dana itu terdiri dari biaya pelatihan sebesar Rp1 juta, insentif pasca pelatihan Rp600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp50 ribu untuk tiga kali.

[Gambas:Video CNN]

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan agar calon peserta sukses mendaftar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pendaftar. Salah satunya, ketelitian.

Ia menyebut banyak dari pendaftar gugur karena faktor salah input data diri. Padahal, kesalahan dapat dengan mudah dihindari jika peserta jeli dan melakukan pengecekan ulang sebelum mengirim mendaftar.

Oleh karena itu, ia menyarankan peserta untuk teliti dan tak terburu-buru. Selalu cek kembali nomor induk kependudukan (NIK) Anda dengan yang di-input. Sebab, jika salah daftar, konsekuensinya peserta dinyatakan gugur.

"Error message banyak yang salah ketik, jadilah pekerja yang teliti. Jangan buru-buru enter (masukkan) dan pastikan," katanya lewat video conference beberapa waktu lalu.

Selain itu, ia juga menyebut salah satu kunci keberhasilan adalah memastikan alamat email yang didaftarkan valid dan aktif. Sebab, setelah pendaftaran, pendaftar akan dihubungi lewat email yang didaftarkan tersebut.

Juga, dianjurkan untuk mengunggah foto yang cukup jelas untuk keperluan verifikasi. Foto identitas diri harus cukup jelas, terang, dan tidak kabur.

Disarankan untuk mengambil foto dengan pencahayaan yang cukup baik sehingga pendaftaran yang diajukan dapat diproses.

Tak hanya itu, faktor penentu lainnya ialah memastikan foto yang diunggah sesuai dengan persyaratan yaitu tegak lurus. Pastikan wajah tampak jelas, pandangan mata lurus menghadap kamera atau tidak menyamping dan tidak ditutupi topi atau kacamata.

(agt)