Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang V Mulai Sabtu 15 Agustus

CNN Indonesia | Rabu, 12/08/2020 20:00 WIB
PMO Kartu Prakerja menyatakan pendaftar yang gagal pada gelombang IV dapat kembali mencoba mendaftar pada gelombang V mulai Sabtu (15/8). PMO Kartu Prakerja menyatakan pendaftar yang gagal pada gelombang IV dapat kembali mencoba mendaftar pada gelombang V mulai Sabtu (15/8). Ilustrasi. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Manajemen Pelaksana Program (PMO) Program Kartu Prakerja membuka pendaftaran gelombang V Kartu Prakerja pada Sabtu (15/8) mendatang. Pendaftaran akan dibuka mulai pukul 12.00 WIB.

"Pendaftaran gelombang V akan dibuka pada Sabtu, 15 Agustus 2020 pukul 12.00 WIB," ungkap Head of Communications PMO Program Kartu Prakerja Louisa Tuhatu dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (12/8).

Ia bilang masyarakat yang belum lolos di gelombang IV bisa ikut mendaftar lagi pada Sabtu mendatang. Dengan demikian, kesempatan untuk mendapatkan fasilitas bantuan dari pemerintah masih terbuka.


"Mereka yang belum menjadi penerima Kartu Prakerja dapat mendaftar di gelombang V," imbuh Lousia.

Louisa menyatakan pendaftaran gelombang IV akan ditutup malam ini pada pukul 24.00 WIB.

Sejauh ini, sambung dia, sudah ada 1,2 juta orang yang mendaftar Program Kartu Prakerja gelombang IV. Jumlah itu melebihi kuota yang ditetapkan, yakni 800 ribu orang.

"Hingga saat ini jumlah pendaftar tercatat lebih dari 1,2 juta orang yang datang dari seluruh provinsi, termasuk mereka yang diusulkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan atau BPJS Ketenagakerjaan," terang Louisa.

PMO Program Kartu Prakerja akan memberikan informasi kepada pendaftar yang lolos gelombang IV pada Minggu (16/8). Pengumuman akan dilakukan lewat SMS.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah akan menyelenggarakan pelatihan program ini secara online dan offline. Ini berarti, skema pelatihan akan berbeda karena sebelumnya hanya dilakukan secara online.

"Program kartu prakerja gelombang ke 4 akan segera dimulai baik offline dan online," ucap Airlangga.

Diketahui, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp20 triliun untuk program kartu prakerja. Dana itu digunakan untuk biaya pelatihan sebesar Rp5,6 triliun, dana insentif sebesar Rp13,45 triliun, dana survei Rp840 miliar, PMO Rp100 juta.

Nantinya, setiap peserta yang mengikuti program kartu prakerja akan mendapatkan total insentif bantuan pelatihan sebesar Rp3,55 juta. Dana itu terdiri dari biaya pelatihan sebesar Rp1 juta, insentif pasca pelatihan Rp600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp50 ribu untuk tiga kali.

[Gambas:Video CNN]



(aud/sfr)