Sempat Tak Aktif, Iis Senang Kembali Dapatkan Manfaat JKN-KIS

BPJS Kesehatan, CNN Indonesia | Senin, 24/08/2020 12:12 WIB
Sempat menunggak iuran, status kepesertaan JKN-KIS Iis Mulyati dan keluarga kembali aktif setelah mendapat bantuan dari pemerintah. Status kepesertaan JKN-KIS Iis Mulyati dan keluarga kembali aktif setelah mendapat bantuan dari pemerintah. (Foto: BPJS Kesehatan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iis Mulyati mengaku sempat pasrah kala keluarganya mengalami masalah keuangan dan harus menunggak iuran Program Jaminan Kesehatan-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Saat itu, status kepesertaan Iis dan keluarga sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Kelas III pun jadi tak aktif.

"Sebelumnya saya dan keluarga terdaftar sebagai peserta yang iurannya bayar sendiri. Waktu itu, saya masih mampu bayar walau bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART). Suami juga masih jualan. Setiap bulan membayar iuran untuk saya, suami, dan anak dua orang. Kini, keuangan keluarga semakin sulit, jadi punya tunggakan iuran," tutur Iis saat ditemui pada Rabu (18/08).

Iis berkisah, Ricky Faisal suaminya rutin memanfaatkan JKN-KIS. Selama tiga bulan lebih, Ricky harus bolak-balik berobat karena menderita kolesterol tinggi.


"Suami saya kolestrolnya tinggi, sampai dirujuk ke RS Pindad. Waktu itu lebih tiga bulan berobat rutin, beruntung dengan JKN-KIS sangat membantu kami. Pengobatan suami lancar. Namun sayangnya gagal melanjutkan pengobatan karena tidak mampu lagi membayar iuran," kata Iis.

Ia seketika merasa bingung ketika seorang petugas Kelurahan Babakan Sari mendatanginya dan menyampaikan bahwa iuran BPJS Kesehatan Iis dan keluarga akan ditanggung pemerintah lewat APBD setempat. Bingung oleh informasi tersebut, Iis mengunjungi kantor BPJS Kesehatan Bandung untuk memastikan status kepesertaan.

"Awalnya saya bingung, namun dari pada diam dan tidak tahu harus berbuat apa, saya lebih baik ke kantor cabang. Alhamdulillah, kartunya benar aktif. Petugas tadi menyampaikan bahwa kepesertaannya bisa dimanfaatkan karena sudah didaftarkan ke UHC. Saya ini ekonominya lemah, dengan adanya bantuan ini kami sangat bersyukur. Sedangkan untuk tunggakan, semoga kedepannya ada rezeki dan dapat segera dilunasi," ungkapnya.

Iis menambahkan, suaminya terserang stroke akibat kadar kolesterol yang kelewat tinggi. Ia begitu sedih karena tak dapat membawa Ricky berobat, mengingat status JKN-KIS yang tidak aktif serta memiliki tunggakan. Namun kini, Iis bisa mengulas senyum lega.

"Setelah terkena stroke, sekarang tubuh bagian kiri suami saya kaku dan susah untuk digerakkan. Alhamdulillah, kini bisa berobat. Terima kasih kepada pemerintah sudah membantu dan membayar iuran JKN-KIS bagi kami yang lemah ekonominya," kata Iis.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK