Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang VI Dibuka Kamis Ini

CNN Indonesia | Kamis, 27/08/2020 09:04 WIB
Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja menyatakan pendaftaran gelombang VI dibuka Kamis (27/8) pukul 12.00 WIB. Kuota yang disediakan 800 ribu orang. Pemerintah membuka pendaftaran peserta Kartu Prakerja gelombang VI pada Kamis (27/8) pukul 12.00 WIB dengan kuota 800 ribu. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN).
Jakarta, CNN Indonesia --

Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja menyatakan akan membuka pendaftaran peserta Kartu Prakerja gelombang VI pada Kamis (27/8).

Head Of Communication Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Louisa Tuhatu mengatakan total kuota yang disediakan pada pendaftaran kali ini untuk 800 ribu orang atau sama dengan gelombang V.

"Pendaftaran Kartu Prakerja gelombang VI akan dibuka Kamis (27/8) pukul 12.00 WIB," katanya dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Kamis (27/8).


Manajemen menyatakan pendaftaran terbuka untuk semua yang memenuhi syarat. 

Pemerintah melaksanakan Program Kartu Prakerja sejak beberapa bulan lalu. Mereka mengalokasikan dana sebesar Rp20 triliun untuk program tersebut.

Dana itu digunakan untuk biaya pelatihan sebesar Rp5,6 triliun, insentif sebesar Rp13,45 triliun, dana survei Rp840 miliar, PMO Rp100 juta.

Nantinya, setiap peserta yang mengikuti program Kartu Prakerja akan mendapatkan total insentif bantuan pelatihan sebesar Rp3,55 juta. Dana itu terdiri dari biaya pelatihan sebesar Rp1 juta, insentif pasca pelatihan Rp600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp50 ribu untuk tiga kali.

[Gambas:Video CNN]

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan agar calon peserta sukses mendaftar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pendaftar. Salah satunya, ketelitian.

Ia menyebut banyak dari pendaftar gugur karena faktor salah input data diri. Padahal, kesalahan dapat dengan mudah dihindari jika peserta jeli dan melakukan pengecekan ulang sebelum mengirim mendaftar.

Oleh karena itu, ia menyarankan peserta untuk teliti dan tak terburu-buru. Selalu cek kembali nomor induk kependudukan (NIK) Anda dengan yang di-input. Sebab, jika salah daftar, konsekuensinya peserta dinyatakan gugur.

"Error message banyak yang salah ketik, jadilah pekerja yang teliti. Jangan buru-buru enter (masukkan) dan pastikan," katanya lewat video conference beberapa waktu lalu.

Selain itu, ia juga menyebut salah satu kunci keberhasilan adalah memastikan alamat email yang didaftarkan valid dan aktif. Sebab, setelah pendaftaran, pendaftar akan dihubungi lewat email yang didaftarkan tersebut.

Juga, dianjurkan untuk mengunggah foto yang cukup jelas untuk keperluan verifikasi. Foto identitas diri harus cukup jelas, terang, dan tidak kabur.

Disarankan untuk mengambil foto dengan pencahayaan yang cukup baik sehingga pendaftaran yang diajukan dapat diproses.

Tak hanya itu, faktor penentu lainnya ialah memastikan foto yang diunggah sesuai dengan persyaratan yaitu tegak lurus. Pastikan wajah tampak jelas, pandangan mata lurus menghadap kamera atau tidak menyamping dan tidak ditutupi topi atau kacamata.

(agt)