Sri Mulyani Ramal Ekspor dan Impor Tertekan Sepanjang 2020

wel, CNN Indonesia | Jumat, 28/08/2020 15:24 WIB
Menkeu Sri Mulyani menyatakan tak banyak yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengintervensi tekanan ekspor dan impor. Sri Mulyani meramal ekspor dan impor akan tertekan sepanjang tahun ini dan pemerintah tak bisa melakukan intervensi. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksikan tren negatif ekspor dan impor masih akan berlangsung sepanjang tahun ini. Ia menyebut tak banyak yang dapat dilakukan pemerintah untuk mengintervensi tren minus yang berlangsung sejak 2019 ini.

Pasalnya, ekonomi dunia tengah tertekan virus corona. Padahal, perdagangan internasional bergantung dari daya serap dan jual negara luar.

Diketahui, ekspor barang dan jasa pada kuartal II 2020 mengalami kontraksi 11,66 persen secara year-on-year (yoy). Sementara, impor barang dan jasa terkontraksi lebih parah, minus 17 persen.


Meski pandemi covid-19 memperburuk pencapaian, namun sejatinya Bendahara Negara menyebut tren merah telah terjadi sejak ekonomi global melemah tahun lalu.

"Kalau ekspor dan impor, memang melihat 2019 saat ekonomi dunia melemah itu juga sudah mengalami kontraksi sepanjang tahun. Tahun ini mungkin masih melanjutkan kontraksi meski kontraksi per kuartalnya bervariasi," ucapnya, Jumat (28/8).

Di kesempatan sama, Sri Mulyani juga menyebut nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih akan bergerak fluktuatif mengikuti tren dunia.

Karena itu, ia tak dapat menjamin mata uang garuda akan kokoh sepanjang tahun. Ia hanya memastikan pemerintah akan terus menjaga fundamental perekonomian supaya kondisi tersebut tak menjalar kemana- mana.

"Nilai tukar ada tekanan pada April-Mei, tapi sekarang mulai akselerasi apresiasi, mulai sama dengan defisit asumsi Perpres Nomor 72 mengenai nilai tukar. Menurut saya masih akan mengikuti dinamik situasi global di AS dan RRT," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK