Shinzo Abe Mundur, Ekonom Ungkap Efek Kejut ke Ekonomi RI

CNN Indonesia | Jumat, 28/08/2020 17:45 WIB
Para ekonom membeberkan efek kejut pengunduran diri Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ke perekonomian Indonesia. Ekonom membeberkan efek kejut pengunduran diri Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ke perekonomian Indonesia. (AP/Susan Walsh).
Jakarta, CNN Indonesia --

Shinzo Abe mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri Jepang. Ekonom Indef Bhima Yudhistira Adhinegara menilai kabar pengunduran diri tersebut bisa memukul perekonomian di kawasan Asia, tak terkecuali Indonesia.

Ia menyebut bahwa keputusan tersebut membuat pasar panik. Pasalnya, investor khawatir masa transisi PM yang baru malah bisa menghambat pemulihan ekonomi Jepang.

Apalagi, kondisi Jepang yang kini terperosok ke dalam resesi sejak kuartal I 2020.


Efek negatif pengunduran Abe telah tampak selang beberapa jam pengumuman dibuat. Terutama pasar Jepang, Indeks Nikkei225 terpukul 1,41 persen pada penutupan perdagangan hari ini.

Efek kejut pasar disebut Bhima membuat investor berpikir ulang untuk masuk ke Asia, terutama emerging market seperti Indonesia. Hari ini saja investor asing melakukan aksi jual (nett sell) atau Rp1,13 triliun.

"Akibatnya justru Yen yang dianggap sebagai mata uang aman diburu oleh pelaku pasar dengan kenaikan 0,78 persen terhadap dolar AS. Efeknya pun ke rupiah ikut terseret kepanikan di pasar keuangan. Rupiah terus melemah terhadap dolar hingga berada di atas Rp14.800," katanya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (28/8).

Efek lainnya adalah kinerja ekspor dan investasi di Indonesia.

"Bisa terganggu apalagi kalau ada perubahan kebijakan dari PM Jepang yang baru. Spekulasi masih cukup tinggi di kawasan Asia terkait prospek recovery (pemulihan) sepanjang tahun," lanjut Bhima.

Sebagai catatan, kinerja ekspor Indonesia ke Jepang pada Januari hingga Juli 2020 minus 7,8 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Nilai ekspor sebesar US$7,3 miliar lebih rendah dari tahun sebelumnya yakni US$7,9 miliar. Hal tersebut sangat disayangkan karena Jepang merupakan salah satu negara tujuan ekspor utama RI.

Bhima juga khawatir jika proyek atau kerja sama bilateral Indonesia-Jepang akan terganggu jika PM baru Jepang memiliki pandangan yang berbeda terhadap RI.

Di bawah kepemimpinan Abe, ia nilai kerja sama bilateral berjalan sangat erat. Saat ini, Jepang merupakan salah satu investor terbesar di infrastruktur Indonesia.

Sementara, Ekonom UI Fithra Faisal Hastiadi mengatakan bahwa respon pasar merupakan efek kejut sementara saja karena pengumuman dilakukan secara mendadak.

Namun, ia yakin siapa pun yang akan menggantikan Abe tidak akan berpengaruh terhadap hubungan ekonomi RI dan Negeri Matahari Terbit.

Karena, jika dilihat secara historis, secara umum siapa pun dan seberapa sering pun PM Jepang berganti, kebijakan negara tidak berubah signifikan.

"Yang bekerja itu sistemnya, birokrasi mereka cukup kuat jadi tidak merubah keputusan dan perjanjian ekonomi Jepang di jangka menengah-panjang," ucapnya.

Namun ia tak menutup kemungkinan jika akan ada beberapa kebijakan Jepang yang akan dianulir nantinya oleh PM baru.

Tetapi, Fithra ragu Indonesia akan terkena dampaknya karena Indonesia merupakan salah satu negara yang dianggap lahan investasi yang menguntungkan.

Alasan pengunduran Abe pun murni karena kondisi kesehatan yang tak lagi memungkinkan memimpin Jepang, bukan dikarenakan skandal yang mengejutkan.

"Ini hanya faktor sementara saja, shock sementara dan akan kembali normal karena Jepang birokrasinya di atas PM-nya," pungkasnya.

Diketahui, PM Jepang Shinzo Abe mengundurkan diri karena masalah kesehatan. Abe menjabat sebagai PM Jepang sejak 2012 dan merupakan PM yang menjabat terlama di pemerintahan Jepang.

[Gambas:Video CNN]



(wel/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK