BCA Bakal Gabungkan Rabobank dengan BCA Syariah

CNN Indonesia | Jumat, 28/08/2020 17:59 WIB
BCA berencana menggabungkan Rabobank Indonesia dengan entitas anak PT BCA Syariah untuk mengembangkan pasar syariah di dalam negeri. BCA berencana menggabungkan Rabobank Indonesia dengan entitas anak PT BCA Syariah.(detikcom/Ari Saputra).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Central Asia Tbk atau BCA berencana akan menggabungkan (merger) PT Bank Rabobank Indonesia dengan entitas anak PT BCA Syariah. Proses merger akan dilakukan setelah perseroan menyelesaikan akuisisi Bank Rabobank.

"Memang kami ada rencana Rabobank akan merger dengan BCA Syariah, itu rencana kami," ungkap Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim dalam paparan bersama PT Bursa Efek Indonesia, Jumat (28/8).

Vera menuturkan tujuan merger tersebut adalah untuk mengembangkan pasar syariah. Ia menegaskan BCA tidak berupaya untuk berkompetisi dengan rencana penggabungan bank syariah pelat merah lantaran nilai aset BCA Syariah masih kecil ketimbang bank syariah BUMN yakni sekitar Rp8 triliun.


"Tapi paling tidak bagaimana kami bisa besarkan pertumbuhan bisnis BCA Syariah baik organik dan anorganik. Kebetulan momentumnya ketemu untuk anorganik," tuturnya.

BCA bersama entitas anaknya PT BCA Finance membeli saham Bank Rabobank sebanyak 3.719.070 saham Rabobank Indonesia yang mewakili seluruh modal ditempatkan dan disetor. Nilai akuisisi awal diprediksi mencapai Rp397 miliar.

Saat ini, ia mengatakan perseroan masih fokus untuk menyelesaikan proses akuisisi tersebut yang masih tahap menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Targetnya, proses akuisisi itu rampung pada September mendatang. Setelah itu, BCA baru akan melanjutkan kepada penggabungan Bank Rabobank dengan BCA Syariah.

"Kalau semua jalan lancar, rencananya legal merger kami bisa lakukan di awal tahun depan. Mudah-mudahan semua lancar," tuturnya.

Untuk diketahui, BCA mengantongi laba bersih konsolidasi sebesar Rp12,24 triliun sepanjang semester I 2020. Capaian laba bank swasta nomor wahid itu turun 4,8 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp12,86 triliun.

Penurunan laba bersih dipengaruhi oleh peningkatan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang mencapai Rp6,5 triliun pada semester I 2020. CKPN tertinggi terjadi pada kuartal II 2020 sebanyak Rp5,6 triliun.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK