Corona Kerek Kesadaran Asuransi RI, Nyaris Sejajar Singapura

CNN Indonesia | Kamis, 10/09/2020 20:25 WIB
AAJI mengklaim tingkat kesadaran masyarakat terhadap asuransi jiwa meningkat akibat pandemi corona. Bahkan, nyaris menyamai Singapura. AAJI mengklaim tingkat kesadaran masyarakat terhadap asuransi jiwa meningkat akibat pandemi corona. Bahkan, nyaris menyamai Singapura. (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari).
Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengatakan tingkat kesadaran (awareness) masyarakat terhadap produk asuransi jiwa meningkat akibat pandemi virus corona (covid-19).

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan survei lembaga riset Nielsen mengungkapkan kesadaran untuk memiliki produk asuransi jiwa di kota besar Indonesia sebesar 24 persen.

"Selama ini, (tingkat kesadaran) single digit. Ini sisi positif di luar aspek negatif yang kita hadapi, PSBB dan corona mungkin adalah meningkatnya awareness masyarakat untuk memiliki proteksi asuransi," ujarnya dalam Diskusi Asuransi Jiwa bersama LPPI, Kamis (10/9).


Bahkan, tingkat kesadaran itu hampir menyamai Singapura yang tercatat sebesar 26 persen. Namun, ia menekankan masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah besar bagi industri asuransi untuk mendorong kesadaran masyarakat.

Pasalnya, penetrasi dan densitas asuransi jiwa di Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara lain. Tingkat penetrasi asuransi jiwa dilihat dari rasio premi terhadap nilai Produk Domestik Bruto (PDB) baru 1,8 persen di 2019.

Sementara itu, penetrasi dari sisi rasio jumlah tertanggung terhadap jumlah penduduk baru mencapai 6,6 persen.

Jika dibandingkan dengan negara-negara G20, posisi penetrasi asuransi jiwa di Indonesia masih berada di urutan ke-13.

"Tantangannya adalah edukasi dan sosialisasi. Ke depan kami harus pikirkan sama-sama bagaimana awareness masyarakat untuk asuransi meningkat," ucapnya.

Meski tingkat kesadaran meningkat, namun ia menuturkan premi asuransi jiwa cenderung turun akibat pandemi. Data AAJI menyebutkan total premi pada kuartal I 2020 sebesar Rp44,11 triliun, turun dari periode yang sama tahun lalu Rp46,40 triliun.

Rinciannya, total premi individu Rp37,99 triliun, turun dari sebelumnya Rp39,78 triliun. Namun, total premi kumpulan berhasil naik tipis menjadi Rp6,12 triliun, dari sebelumnya Rp6,62 triliun.

Budi menambahkan meski premi cenderung turun, namun perusahaan asuransi jiwa tetap membayar klaim nasabah. Hingga kuartal I 2020, total klaim asuransi jiwa tercatat sebesar Rp35,92 triliun, naik dari periode yang sama tahun lalu Rp34,51 triliun.

"Industri asuransi jiwa terus menjaga kepercayaan nasabahnya dengan terus membayar klaim," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)