Menko Airlangga Klaim RUU Cipta Kerja Sudah Capai 90 Persen

CNN Indonesia | Selasa, 15/09/2020 18:46 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim pembahasan RUU Cipta Kerja sudah mencapai 90 persen. Semua poin penting RUU Cipta Kerja sudah disetujui DPR. Airlangga Hartarto mengklaim pembahasan RUU Cipta Kerja sudah selesai 90 persen. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) sudah mencapai 90 persen. Pembahasan masih secara intenstif dilakukan oleh pemerintah dengan seluruh pemangku kepentingan, salah satunya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Ini sudah kami lakukan pembahasan sampai sekarang sudah 90 persen dibahas," ungkap Airlangga Luhut dalam acara Sarasehan Virtual 100 Ekonom yang ditayangkan langsung CNBC Indonesia, Selasa (15/9).

Menurutnya, hampir seluruh cluster strategis dalam RUU Ciptaker sudah dibahas. Beberapa cluster yang dimaksud adalah tenaga kerja, kepastian hukum, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dan koperasi.


"Ini hampir seluruhnya sudah mendapatkan persetujuan dari partai politik," imbuh Airlangga.

Ia bilang saat ini prosesnya hanya finalisasi. Selain itu, pemerintah juga melakukan harmonisasi pasal-pasal dalam RUU Ciptaker yang terbilang krusial.

"Sekarang tinggal finalisasi daripada legal drafting atau sering kami bahas harmonisasi pasal-pasal krusial, sinkronisasi, dan perumusan," jelas Airlangga.

Sebelumnya, ia memastikan pembahasn RUU Ciptaker akan selesai dalam masa sidang paripurna tahun ini. Menurutnya, aturan ini akan menuntaskan permasalahan regulasi yang terlalu banyak di dalam negeri.

[Gambas:Video CNN]

Untuk itu, Airlangga menilai RUU Ciptaker akan menjadi kesempatan untuk pemulihan dan percepatan reformasi ekonomi. Ia berharap beleid ini akan memancing investor menanamkan investasinya di dalam negeri.

"Sebanyak 215 negara terkena pandemi virus corona, jadi harapannya dengan selesainya RUU Cipta Kerja jadi ada PMA yang masuk," jelas Airlangga.

Diketahui, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi yang masuk ke Indonesia sebesar Rp402,6 triliun pada semester I 2020. Realisasi yang terjadi di tengah penyebaran virus corona itu mencapai 49,3 persen dari target investasi tahun ini yang sebesar Rp817,2 triliun.

Realisasi investasi itu terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp207 triliun atau 51,4 persen dari target dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp195,6 triliun atau 48,6 persen dari target. Realisasi PMDN naik 13,2 persen, sedangkan PMA turun 8,1 persen.

(agt)