Dukung Ketahanan Pangan, Mentan Sambut One CGIAR

Kementan Sekjen, CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2020 17:07 WIB
Mentan SYL menyambut kerja sama Indonesia dengan IRRI yang segera bereformasi tata kelola kelembagaan CGIAR menjadi One CGIAR. Kementan menyambut kerja sama Indonesia dengan IRRI yang segera bereformasi tata kelola kelembagaan CGIAR menjadi One CGIAR. (Foto: dok. Kementan Sekjen)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan pembahasan virtual tentang upaya penguatan kerja sama negara Indonesia dengan International Rice Research Institute (IRRI), yang segera memiliki bentuk baru sebagai reformasi tata kelola kelembagaan Consultative Group on International Research and Development (CGIAR) menjadi One CGIAR di ruang Agriculture War Room, Kementerian Pertanian, Rabu (16/09).

Direktur Jenderal IRRI Matthew Morrell mengatakan, dengan restrukturisasi dalam One CGIAR diharapkan penyebaran inovasi yang dihasilkan terjadi lebih cepat dan tepat sasaran, dengan skala lebih besar dan biaya rendah.

"One CGIAR memiliki manfaat utama yang bisa membawa kekuatan bagi sektor pertanian Indonesia, termasuk membangun sistem pertanian, tidak hanya untuk perusahaan, tetapi juga dalam alur kerja pertanian dan lingkungan, serta mengangkat sektor pertanian itu sendiri," kata Matthew.


Merespons hal tersebut, SYL menyatakan dukungan atas reformasi kelembagaan itu. Ia berharap agar kerja sama ke depannya dapat memperkuat ketahanan pangan.

"IRRI telah berkontribusi bersama yang lain, kepada pertanian di Indonesia dan cukup dirasakan manfaatnya bagi bangsa ini, saya terima kasih, ini menjadi harapan 273 juta orang yang tergantung pada pertanian di Indonesia dan tentu negara negara Asia lainnya, dan ini menjadi kebutuhan, IRRI dan komponen-komponen yang lain, kebutuhan masyarakat terhadap hasil riset kita hasil kerja bersama kita, bisa dimanfaatkan lebih besar di masa yang akan datang," papar SYL.

Lebih lanjut, SYL menegaskan bahwa pertanian adalah hal mendasar sebagai pendukung perekonomian Indonesia saat ini. Menghadapi reformasi tata kelola kelembagaan menjadi One CGIAR, ia menyebut tetap menanti hasil penelitian nyata dari IRRI.

"IRRI besok akankah digabungkan atau tidak, yang paling penting harus bisa menghasilkan lebih besar dari apa yang telah kita capai selama ini," katanya menambahkan.

Disebutkan, sebagai buah restrukturisasi CGIAT akan memiliki satu perwakilan di Indonesia demi komunikasi yang lebih efektif dan efisien. Ke depannya, Dewan Pengawas IRRI bakal membentuk entitas penelitian beras global, di mana IRRI akan bergabung dengan AfriceRice, yang adalah mitra IRRI sesama CGIAR Centre.

Entitas tunggal itu diharapakan memperkuat kemampuan IRRI untuk memfasilitasi Kerja Sama Selatan-Selatan Triangular antara Asia dan Afrika, meningkatkan ketahanan pangan dan gizi global, sekaligus memberikan peluang ekonomi baru bagi kedua kawasan.

Untuk diketahui, CGIAR merupakan lembaga yang menghimpun 15 organisasi penelitian dunia yang bergerak di bidang pertanian dan pembangunan berkelanjutan, dan IRRI sendiri adalah organisasi penelitian dan pelatihan pertanian internasional dengan kantor pusat di Los Banos, Laguna di Filipina yang mengembangkan pemuliaan varietas padi.

(rea)