Kementan Serap Anggaran Rp8,49 T hingga 11 September 2020

CNN Indonesia | Senin, 14/09/2020 16:36 WIB
Kementan mencatat serapan anggaran mencapai Rp8,49 triliun hingga 11 September 2020 atau 68,75 persen dari pagu. Kementan mencatat serapan anggaran mencapai Rp8,49 triliun hingga 11 September 2020 atau 68,75 persen dari pagu.. (Kementerian Pertanian).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pertanian (Kementan) melaporkan realisasi anggaran mencapai Rp8,49 triliun hingga 11 September 2020. Jumlah itu setara 68,75 persen dari pagu dalam APBN 2020 sebesar Rp14,05 triliun.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan realisasi anggaran tersebut di luar outstanding kontrak sebesar Rp1,16 triliun yang akan segera dibayarkan.

"Apabila memperhitungkan outstanding kontrak sebesar Rp1,16 triliun yang diperkirakan akan segera dibayarkan, maka realisasi anggaran sampai mencapai Rp9,66 triliun atau 68,75 persen," kata Syahrul dalam rapat kerja yang dilaksanakan di Komisi IV DPR seperti dikutip dari Antara, Senin (14/9).


Apabila dirinci, kegiatan utama yang dilakukan Kementan dalam rangka menopang produksi komoditas pangan, yakni pengembangan padi telah mencapai 196.933 ha (45,20 persen), bantuan benih padi hibrida mencapai 5.395 ha (53,95 persen), bantuan benih padi inbrida 768.161 ha (37,07 persen), serta untuk bantuan benih jagung mencapai 859.446 ha (61,62 persen).

Sementara itu, pengembangan hortikultura utama dilakukan melalui kawasan bawang merah mencapai 1.140 ha (38 persen) dan kawasan aneka cabai 2.890 ha (57,80 persen).

Pengembangan komoditas perkebunan untuk kopi mencapai 3.150 (39,03 persen), kakao 1.990 ha (39,88 persen) dan karet 1.625 ha (39,88 persen). Selain itu, juga telah terealisasi penyediaan benih tanaman perkebunan sebanyak 53 juta batang (60,28 persen).

[Gambas:Video CNN]

"Untuk mendorong produksi ternak, telah dihasilkan benih ternak unggul sebanyak 4,5 juta dosis atau 91,12 persen dari target," kata Mentan Syahrul.

Lebih lanjut, kegiatan lain yang mendukung peningkatan produksi komoditas utama di atas realisasi fisiknya telah mencapai 55 persen. Kegiatan itu terdiri dari perbaikan irigasi, pembangunan sumber air, bantuan alsintan, asuransi pertanian, penyuluhan pertanian, stabilisasi pasokan dan harga pangan dan lainnya.

(sfr/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK