398 Ribu Guru Honorer dan Tenaga Pendidik Kantongi BLT

CNN Indonesia | Kamis, 17/09/2020 12:34 WIB
BLT yang dikantongi 398 ribu guru honorer dan tenaga pendidik merupakan bagian dari program BLT pekerja bergaji di bawah Rp5 juta. BLT yang dikantongi 398 ribu guru honorer dan tenaga pendidik merupakan bagian dari program BLT pekerja bergaji di bawah Rp5 juta. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan tugas (satgas) Pemulihan dan Transformasi Ekonomi (PEN) mengklaim telah menyalurkan bansos tunai (BLT) kepada 398.637 guru honorer dan tenaga pendidik per 14 September 2020.

BLT kepada pegawai honorer di sektor pendidikan merupakan bagian dari program BLT pekerja bergaji di bawah Rp5 juta.

Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin mengatakan BLT kepada pegawai honorer di sektor pendidikan itu telah disalurkan sejak program diluncurkan pada 27 Agustus oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).


"Hingga 14 September 2020, subsidi gaji telah disalurkan kepada 398.637 pegawai honorer di sektor pendidikan," ujarnya dikutip dari keterangan resmi, Kamis (17/9).

Ia melanjutkan tenaga honorer pendidik yang mendapatkan bantuan adalah mereka yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Serupa, bantuan tersebut diberikan sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan.

"Saat ini, data terkait guru honorer akan terus diverifikasi. Semoga jumlahnya dapat bertambah lagi," ujarnya.
 
Satgas PEN mencatat program BLT pekerja bergaji di bawah Rp5 juta telah tersalurkan sebesar Rp7 Triliun per 14 September.

Jumlah itu, setara 17,43 persen dari pagu anggaran Rp37,87 triliun. Hingga akhir tahun, 15,72 juta pekerja ditargetkan dapat menerima subsidi ini. Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan tengah melanjutkan pencairan gelombang III kepada 3,5 juta pekerja.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan mengkaji program bantuan kepada tenaga honorer. Airlangga menuturkan program yang akan digagas tersebut mencakup seluruh tenaga honorer.

"Pak Presiden meminta pendalaman terkait tenaga honorer. Ini pemerintah akan melakukan kajian untuk tenaga honorer, akan diberikan bantuan karena sebagian kecil tenaga honorer ada yang sudah dapat bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan," imbuhnya dalam konferensi pers setelah rapat terbatas.

Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan sendiri mencatat jumlah total tenaga honorer yang terdaftar sebagai peserta sebanyak 2,1 juta pekerja. Namun, jumlah tersebut belum melalui proses validasi bertahap sebagai penerima BLT gaji pekerja di bawah Rp5 juta. 

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)