Kementan Serukan Hindari Food Waste demi Ketahanan Pangan

Kementan Sekjen | CNN Indonesia
Kamis, 17 Sep 2020 19:40 WIB
Kementan menyebut data menyebut sampah makanan di Indonesia mencapai 1,3 juta ton per tahun, atau per orang menghasilkan 300 kilogram sampah makanan. Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kampanye untuk menghindari food waste atau membuang sisa makanan yang telah lama didengungkan Kementerian Pertanian, turut diserukan oleh Presiden Joko Widodo.

Baru-baru ini, Presiden meminta masyarakat Indonesia menerapkan budaya tidak membuang makanan. Sebaiknya, kata Jokowi, masyarakat memperkuat budaya menghargai setiap makanan yang sudah diambil.

"Dalam mewujudkan ketahanan pangan ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebagai acuan kita, terutama atas peringatan FAO (Food and Agriculture Organization) tentang ancaman krisis pangan," ujar Jokowi di Istana Bogor, Selasa (15/9).


Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian Kuntoro Boga Andri menjelaskan, data menyebut sampah makanan di Indonesia mencapai 1,3 juta ton per tahun, atau per orang menghasilkan 300 kilogram sampah makanan. Jika dirupiahkan, setiap 1,3 juta ton sampah makanan menghasilkan Rp27 triliun.

"Ironisnya, 19,6 juta penduduk Indonesia masih kekurangan gizi. Jika dikonsumsi, uang senilai Rp27 triliun itu bisa memberi makan 28 juta orang per tahunnya," kata Kuntoro.

Menurutnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pun kerap menekankan bahwa generasi muda harus dibuat paham proses pengolahan pangan dari awal hingga tersaji di meja makan. Dengan begitu, pembangunan ketahanan pangan yang berlandaskan pola pangan sehat untuk generasi muda yang hebat dapat diwujudkan, termasuk mendukung cita-cita pembangunan nasional.

"Kami harapkan generasi milenial dapat juga paham, bahwa begitu panjang waktu kerja keras petani dalam memenuhi pangan, dan masih banyak masyarakat kita yang butuh pangan layak. Jadi, mari tinggalkan kebiasaan menyia-nyiakan dan membuang makanan, kita jangan food waste," ujar Kuntoro.

(rea/rea)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER