Efek Corona, 60 Persen Usaha Tutup Permanen

cnn, CNN Indonesia | Kamis, 17/09/2020 20:59 WIB
Sebanyak 60 persen bisnis yang terpaksa tutup karena pandemi virus corona tidak akan bisa buka kembali. Sebanyak 60 persen bisnis yang terpaksa tutup karena pandemi virus corona tidak akan bisa buka kembali. Ilustrasi. (AP Photo/Rich Pedroncelli).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 60 persen bisnis di Amerika Serikat (AS) terpaksa tutup dan terancam tidak bisa buka kembali karena pandemi virus corona. Salah satu yang paling terdampak adalah bisnis restoran.

Data terbaru situs direktori Yelp mengungkap sebagian restoran yang memberikan status 'tutup sementara' telah berubah menjadi 'tutup permanen'.

Dikutip dari CNNBusiness, sebanyak 163,7 ribu bisnis di Yelp telah tutup sejak 1 Maret. Jumlah tersebut meningkat 23 persen pada 10 Juli.


Berdasarkan data 31 Agustus, dari jumlah yang tutup sementara, sebanyak 98 ribu usaha menyatakan akan tutup selamanya. Dari semua bisnis yang tutup, sebanyak 32,1 ribu adalah restoran dan 19,6 ribu atau 61 persen di antaranya telah tutup permanen.

Yelp mengungkap beberapa restoran memang bernasib lebih mujur seperti pizza, food truck, toko roti dan kedai kopi. Restoran tersebut dinilai lebih mujur jika dibandingkan restoran Meksiko, restoran brunch, sandwich atau dessert bar.

National Restaurant Association mengatakan bahwa 100 ribu restoran telah tutup baik secara permanen atau jangka panjang pada pekan ini.

Penutupan restoran tersebut berdampak pada kehilangan US$240 miliar dalam penjualan tahun ini. Sejumlah faktor memang menyulitkan restoran beroperasi di tengah pandemi.

Asosiasi menilai konsumen menghabiskan lebih sedikit untuk makan di luar. Beberapa orang mungkin merasa tidak aman makan di restoran saat ini.

Menurut sebuah studi baru-baru ini dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, orang dewasa yang dites positif covid-19 kira-kira dua kali lebih memungkinkan memiliki riwayat makan di restoran dalam 14 hari sebelum jatuh sakit daripada mereka yang dites negatif.

Sementara itu, pemilik restoran harus berinvestasi pada barang-barang baru seperti alat pelindung diri untuk staf, tempat duduk di luar ruangan, pemisah plexiglass untuk ruang dalam ruangan, dan teknologi baru untuk pembayaran tanpa kontak.

Dan lebih sedikit pelanggan yang diizinkan masuk ke restoran itu sendiri. Wilayah yang memungkinkan ruang makan dalam ruangan telah menempatkan batasan pada kapasitas tempat duduk sehingga pelanggan dan staf dapat mematuhi aturan jarak sosial.

Selain tempat makan, ritel juga kesulitan. Sekitar 30.400 pusat perbelanjaan dan ritel di Yelp telah tutup sejak 1 Maret.

Sebanyak 58 persen atau sekitar 17,5 ribu di antaranya tutup permanen. Los Angeles, New York, Chicago, dan Miami menjadi kota dengan bisnis yang tutup secara permanen terbesar.

[Gambas:Video CNN]



(age/agt)