RI Sumbang Rp176 M Bantu Negara Miskin Lawan Corona

CNN Indonesia | Minggu, 20/09/2020 14:15 WIB
Indonesia akan menyumbang US$12 juta atau sekitar Rp176,4 miliar dalam program hibah Asian Development Fund (ADF) periode 13 Asian Development Bank (ADB). Indonesia akan menyumbang US$12 juta atau sekitar Rp176,4 miliar dalam program hibah Asian Development Fund (ADF) periode 13 Asian Development Bank (ADB). (CNN Indonesia/Daniela Dinda).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan Indonesia sebagai pemegang saham terbesar ke-6 Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) dan Ketua untuk negara-negara Konstituen Suite 5 berkontribusi sebesar US$12 juta atau sekitar Rp176,4 miliar (asumsi kurs Rp14.700 per dolar AS) untuk menambah ketersediaan dana Asian Development Fund (ADF) periode 13.

Total dana ADF periode 13, yang akan digunakan sebagai hibah untuk membantu negara-negara miskin dan dan rentan miskin di kawasan Asia Pasifik, itu mencapai lebih dari US$4 miliar untuk 4 tahun ke depan dimulai dari 2021 hingga 2024.

"Hibah ADF13 akan dialokasikan antara lain untuk sektor kesehatan, risiko bencana, adaptasi perubahan iklim, gender, infrastruktur, dan good governance," ungkap Sri Mulyani dalam keterangan resmi Sidang Tahunan ADB ke-53 yang digelar secara virtual pada 16-18 September 2020, dikutip Minggu (20/9).


Bagi Indonesia, lanjut Sri Mulyani, ADB adalah mitra pembangunan yang banyak memberikan dukungan, baik pada saat pemerintah gencar melaksanakan reformasi maupun pada saat Indonesia mengalami bencana.

"Kami sangat menghargai dukungan kuat ADB untuk Indonesia selama bertahun-tahun dan kecepatan tanggapan ADB serta keterlibatannya yang erat dan aktif dengan pemerintah selama krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya ini. Strategi kemitraan menempatkan ADB sebagai mitra utama dengan solusi inovatif untuk tantangan pembangunan yang kompleks," imbuhnya.

Di tahun ini, misalnya, ADB menyetujui fast track financing program senilai US$1,5 miliar untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam menanggulangi dampak pandemi Covid-19 terhadap kesehatan masyarakat, mata pencaharian, dan perekonomian.

"Selain itu, ADB juga memberikan dukungan melalui program Contingent Disaster Financing (CDF)," tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden ADB Masatsugu Asakawa menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk bermitra dengan negara-negara berkembang di Asia dan Pasifik untuk mencapai tujuan pemulihan kawasan dari pandemi Covid-19.

ADB akan terus menjaga kepercayaan para negara anggota sebagai mitra setia selama masa-masa sulit, antara lain dengan memberikan dukungan pembiayaan untuk mengatasi dampak Covid-19 dan memulihkan perekonomian senilai US$20 miliar.

"ADB terus berkomitmen untuk mencapai Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, serta tetap berupaya untuk memberantas kemiskinan ekstrem," ucapnya.

Dukungan ADB terhadap negara-negara anggotanya sendiri difokuskan pada enam bidang utama. Pertama, mendorong kerja sama dan integrasi regional untuk membantu para anggota memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh institusi global.

[Gambas:Video CNN]

Kedua, memperkuat investasi di bidang kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial, serta membangun sumber daya manusia yang dibutuhkan perekonomian dalam jangka panjang.

Ketiga, mempercepat upaya untuk mengatasi perubahan iklim. Keempat, berinvestasi pada teknologi informasi dan data untuk kesehatan; pendidikan; pembiayaan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah; dan kerja jarak jauh - sekaligus mengatasi kesenjangan digital dan keamanan dunia maya.

Kelima, membantu anggotanya memperkuat mobilisasi sumber daya domestik melalui kerja sama perpajakan internasional. Terakhir, mendukung pengembangan vaksin yang aman dan efektif, dan untuk merumuskan strategi penyampaian yang adil.

(hrf/sfr)