Harga Emas 21 September, Naik ke Rp1,024 Juta per Gram

CNN Indonesia | Senin, 21/09/2020 09:29 WIB
Harga emas naik Rp1.000 per gram menjadi Rp1,024 juta pada perdagangan Senin (21/9) pagi. Harga emas naik Rp1.000 per gram menjadi Rp1,024 juta pada perdagangan Senin (21/9) pagi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atawa Antam berada di posisi Rp1,024 juta per gram pada Senin (21/9). Harga emas naik Rp1.000 per gram dari Rp1,023 juta per gram pada hari sebelumnya. 

Begitu juga dengan harga pembelian kembali (buyback) naik Rp1.000 per gram dari Rp925 ribu menjadi Rp926 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp542 ribu, 2 gram Rp1,98 juta, 3 gram Rp2,95 juta, 5 gram Rp4,9 juta, 10 gram Rp9,73 juta, 25 gram Rp24,21 juta, dan 50 gram Rp48,34 juta.


Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp96,61 juta, 250 gram Rp241,26 juta, 500 gram Rp482,32 juta, dan 1 kilogram Rp964,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.960,4 per troy ons atau turun 0,09 persen. Sebaliknya, harga emas di perdagangan spot naik 0,08 persen ke US$1.952,43 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan potensi penguatan harga emas di pasar internasional terbuka lebar berkat pelemahan dolar AS. Harga emas diperkirakan bergerak di kisaran US$1.940 sampai US$1.975 per troy ons.

Pelemahan dolar AS sendiri muncul karena pasar kembali khawatir dengan pemulihan ekonomi AS yang belum stabil. Selain itu, penguatan harga emas juga terdorong sentimen kebijakan bank sentral AS, The Federal Reserve.

"Sikap the Fed yang masih mendukung pelonggaran moneter lebih lama di AS juga membantu menjaga kenaikan harga emas," kata Ariston kepada CNNIndonesia.com.

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)