Pelabuhan Patimban Diklaim Bisa Dongkrak Ekspor Otomotif

CNN Indonesia | Selasa, 22/09/2020 13:29 WIB
Menko Airlangga menargetkan ekspor otomotif mencapai 800 ribu unit dalam lima tahun. Target ini bisa tercapai dengan operasional Pelabuhan Patimban. Menko Airlangga menargetkan ekspor otomotif mencapai 800 ribu unit dalam lima tahun. Target ini bisa tercapai dengan operasional Pelabuhan Patimban. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan kehadiran Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat bisa mendorong ekspor otomotif Indonesia. Pelabuhan itu sendiri ditargetkan beroperasi pada November mendatang.

Airlangga mengungkapkan pada 2025 mendatang, produksi otomotif ditargetkan mencapai 2 juta unit. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen hingga 40 persen didorong untuk ekspor, atau setara 600 ribu hingga 800 ribu unit.

"Sedangkan, ekspor hari ini melalui Tanjung Priok itu baru sekitar 200 ribu kendaraan," ujarnya dalam konferensi pers usai rapat terbatas, Selasa (22/9).


Upaya meningkatkan produksi otomotif didukung oleh masuknya investasi. Ia mengatakan salah satu perusahaan otomotif asal Korea Selatan, Hyundai akan menanamkan investasi di Indonesia.

"Arahan presiden ada sinergi, sehingga tambahan produksinya, apalagi ada sebuah perusahan Hyundai sedang investasi dan kapasitasnya Hyundai 50 persen akan ekspor sehingga tentu akan tepat waktu dengan persiapan pelabuhan," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menuturkan kehadiran Pelabuhan Patimban dapat mendorong perekonomian Jawa Barat. Sebab, Pelabuhan Patimban akan mendorong lahirnya kawasan metropolitan baru di Jawa Barat, yakni Kawasan Rebana atau Cirebon-Subang-Majalengka.

Ia mengatakan dalam Kawasan Rebana tersebut akan hadir 10 kota baru. Tentunya, lanjutnya, kehadiran 10 kota baru tersebut akan mendorong laju perekonomian Jawa Barat.

[Gambas:Video CNN]

"Dalam hitungan kami, kalau lancar akan hadir 5 juta lapangan kerja selama 15 tahun. Dan pergerakan ini akan menumbuhkan tambahan 2 persen-4 persen pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang ujungnya tambahan juga bagi pertumbuhan ekonomi agregat nasional," tuturnya.

Di samping itu, kata dia, sejumlah investor asing telah menyatakan minatnya untuk membangun 10 kota baru tersebut, Misalnya, Patimban City diminati yang oleh investor Jepang. Kemudian, Kawasan Aeropolis di Kertajati oleh investor China, dan investor Taiwan juga melirik kawasan industri baru di Indramayu.

"Dan investor Timur Tengah tertarik dengan lahan R&D yang akan didesain sebagai kota baru berbasis industri halal," ucapnya.

(ulf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK