RI-Rusia Jajaki Kerja Sama Energi Baru dan Terbarukan

antara, CNN Indonesia | Selasa, 22/09/2020 22:57 WIB
Indonesia dan Rusia perlu berkolaborasi untuk mendorong diversifikasi pasokan energi sebagai kunci ketahanan dalam menghadapi pandemi. Indonesia dan Rusia dinilai memiliki potensi besar di sektor energi karena karakteristik konsumsi energi yang mirip.

(ANTARA FOTO/Anis Efizudin).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia dan Rusia dinilai memiliki potensi besar di sektor energi karena karakteristik konsumsi energi yang serupa.

 Potensi itu salah satunya berasal dari energi terbarukan.

Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Ngurah Swajaya mengatakan perlunya kolaborasi untuk mendorong diversifikasi pasokan energi sebagai kunci ketahanan dalam menghadapi ancaman pandemi covid-19 dan kemungkinan disrupsi lain di masa mendatang.

Pasokan energi di Indonesia dan Rusia selama ini memang masih didominasi oleh energi fosil.


"Penggunaan energi fosil yakni migas dan batu bara mencakup 69 persen konsumsi energi di Indonesia, hal ini serupa dengan Rusia", ujar Ngurah dikutip dari Antara, Selasa (22/9).

Wakil Presiden Business Rusia Nonna Kagramanyan mengungkap Rusia merupakan mitra yang tepat untuk pengembangan sumber energi alternatif dan energi terbarukan.

Sesuai dengan amanat Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), Indonesia memiliki target 23 persen bauran energi baru dan terbarukan pada 2025, .

Di sisi lain, Pakar Energi Indonesia Toronata Tambun menyatakan Indonesia masih akan memiliki kebutuhan yang besar pada energi fosil, sehingga tidak bisa hanya bergantung pada energi baru dan terbarukan di masa mendatang.

"Para pelaku usaha Rusia di bidang energi harus memandang ini sebagai opportunity untuk melakukan investasi di Indonesia, bukan hanya untuk energi baru dan terbarukan tetapi juga pengembangan energi fosil menggunakan clean technology," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(age/sfr)