Pemerintah Baru Pakai Dana Penanganan Corona Rp254 T

CNN Indonesia
Selasa, 22 Sep 2020 16:04 WIB
Kemenkeu memaparkan realisasi penyerapan dana penanganan pandemi corona per 16 September 2020 sebesar Rp254,4 triliun atau 36 persen anggaran yang disiapkan. Kemenkeu memaparkan realisasi penyerapan dana penanganan pandemi corona per 16 September 2020 sebesar Rp254,4 triliun atau 36 persen anggaran yang disiapkan.(CNN Indonesia/ Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Keuangan memaparkan realisasi penyerapan dana penanganan pandemi virus corona per 16 September 2020 sebesar Rp254,4 triliun. Artinya, pemerintah baru menggunakan dana penanganan pandemi sebesar 36 persen dari anggaran yang disiapkan sebesar Rp695,2 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan mulai ada percepatan penyerapan dana penanganan pandemi virus corona sejak Agustus sampai September 2020. Hal ini khususnya sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan tiap kementerian/lembaga (k/l) meningkatkan kemampuan penyerapan anggaran yang sudah disiapkan.

"Ada akselerasi sejak Agustus dan September 2020, sejak diminta untuk meningkatkan kemampuan penyerapan anggaran," tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita secara virtual, Selasa (22/9).


Ia menjabarkan realisasi anggaran untuk kesehatan naik 4,48 triliun menjadi Rp18,45 triliun, perlindungan sosial naik Rp21,51 triliun menjadi Rp134,45 triliun, sektoral k/l dan pemerintah daerah (pemda) naik 6,78 triliun menjadi Rp20,53 triliun, insentif usaha naik 3,38 triliun menjadi Rp22,23 triliun, dan dukungan untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) naik 6,66 triliun menjadi Rp58,74 triliun.

Sementara, realisasi pembiayaan korporasi masih nol persen. Pemerintah masih melakukan proses penyaluran bantuan tersebut.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan pencairan untuk pembiayaan korporasi baru akan dilakukan pada Oktober 2020 mendatang. Bila sesuai rencana, dana itu akan disalurkan sampai akhir 2020.

"Kemungkinan Oktober 2020 bisa dicairkan, prosesnya lebih kepada waktu yang tepat," kata Kunta.

Ia menargetkan penyerapan dana penanganan pandemi virus corona bisa mendekati 100 persen pada akhir 2020. Pemerintah, kata dia, akan berusaha maksimal menyalurkan seluruh bantuan dan insentif yang sudah disiapkan.

"Ada kenaikan signifikan pada September 2020, arahnya sekarang bagaimana dorong agar belanja terutama k/l dan pemda terselesaikan sampai akhir tahun, terutama dana penanganan pandemi bisa dekati 100 persen," jelas Kunta.

Sebagai informasi, pemerintah menyiapkan anggaran untuk penanganan pandemi virus corona sebesar Rp695,2 triliun. Dana itu dialokasikan untuk berbagai sektor.

Rinciannya, untuk bansos sebesar Rp203,9 triliun, UMKM sebesar Rp123,46 triliun, insentif usaha Rp120,61 triliun, kementerian/lembaga atau pemerintah daerah Rp106,11 triliun, kesehatan Rp87,55 triliun, dan pembiayaan korporasi Rp53,55 triliun.

[Gambas:Video CNN]



(aud/age)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER