Utang untuk Biayai APBN Meroket 143 Persen per Agustus

CNN Indonesia | Selasa, 22/09/2020 13:44 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku pembiayaan APBN 2020 lewat utang semakin berat. Per Agustus, angkanya naik 143,3 persen. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku pembiayaan APBN 2020 lewat utang semakin berat. Per Agustus, angkanya naik 143,3 persen. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Keuangan mencatatkan realisasi pertumbuhan utang dalam membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 mencapai Rp693 triliun per akhir Agustus 2020. Angka itu naik 143,3 persen dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp285,1 triliun.

Sri Mulyani menuturkan realisasi pembiayaan utang pada akhir Agustus 2020 setara dengan 56,8 persen dari target revisi pembiayaan utang pemerintah yang mencapai Rp1.220,5 triliun pada APBN 2020.

"Beban APBN luar biasa berat dan ini terlihat dari sisi pembiayaan," ungkap Ani, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (22/9).


Ia menjabarkan utang itu mayoritas dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang sebesar Rp671,6 triliun atau 57,2 persen dari total pembiayaan utang pemerintah. Kemudian, dari pinjaman sebesar Rp22 triliun atau 47 persen terhadap total utang pemerintah.

"Kalau dilihat memang ada kenaikan luar biasa dari SBN," imbuh dia.

Selanjutnya, Ani mengungkapkan pembiayaan investasi hingga akhir Agustus 2020 sebesar Rp27,2 triliun. Investasi itu diberikan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp11,3 triliun, badan layanan umum (BLU) Rp11 triliun, dan lembaga/badan lainnya Rp5 triliun.

"Pemberian pinjaman Rp1,7 triliun, kewajiban penjaminan Rp400 miliar sampai akhir Agustus 2020. Total pembiayaan anggaran sampai akhir Agusus 2020 Rp667 triliun," jelas Sri Mulyani.

Secara keseluruhan, total penerimaan negara hingga akhir Agustus 2020 sebesar Rp1.034,1 triliun atau 60,8 persen dari target revisi penerimaan yang sebesar Rp1.699,9 triliun.

Realisasi itu anjlok 13,1 persen jika dibandingkan Agustus 2019 lalu. Saat itu, penerimaan negara sudah mencapai Rp1.190,2 triliun. Bila dirinci, penerimaan negara berasal dari penerimaan perpajakan sebesar Rp798,1 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp232,1 triliun, dan penerimaan hibah Rp4 triliun.

Sementara, total belanja negara per akhir Agustus 2020 sebesar Rp1.534,7 triliun. Angkanya naik 10 persen dari Agustus 2019 lalu yang sebesar Rp1.388,1 triliun.  

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)