Harga Emas 22 September, Turun ke Rp1,007 Juta per Gram

CNN Indonesia | Rabu, 23/09/2020 09:31 WIB
Harga jual emas Antam ada di posisi Rp1,007 juta per gram pada perdagangan Rabu (23/9). Harga emas tercatat turun Rp2.000 per gram. Harga jual emas Antam ada di posisi Rp1,007 juta per gram pada perdagangan Rabu (23/9). Harga emas tercatat turun Rp2.000 per gram. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp1,007 juta per gram pada Rabu (23/9). Harga emas tercatat turun Rp2.000 dari Rp1,009 juta per gram pada Selasa (22/9).

Begitu juga dengan harga pembelian kembali (buyback) yang turun Rp3.000 per gram dari Rp907 ribu menjadi Rp904 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp534 ribu, 2 gram Rp1,95 juta, 3 gram Rp2,91 juta, 5 gram Rp4,82 juta, 10 gram Rp9,58 juta, 25 gram Rp23,83 juta, dan 50 gram Rp47,59 juta.


Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp95,11 juta, 250 gram Rp237,51 juta, 500 gram Rp474,82 juta, dan 1 kilogram Rp949,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.914,7 per troy ons atau naik 0,21 persen. Sebaliknya, harga emas di perdagangan spot turun 0,01 persen ke US$1.912,38 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memprediksi harga emas masih tertekan di tengah penguatan dolar AS. Ia memproyeksikan harga emas bergerak dalam rentang support US$1.897-US$1.920 per troy ons.

"Sentimen penguatan dolar AS masih berpotensi menekan harga emas yang dinilai dalam dolar AS," ujar Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Malam ini, pasar akan menunggu pernyataan The Fed terkait perekonomian dan kebijakan moneter bank sentral. Hal tersebut akan kembali menjadi sentimen penggerak harga emas.

"Pasar akan kembali menanti testimoni Gubernur The Fed Jerome Powell yang bisa menjadi market mover bagi harga emas," pungkas Ariston.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)