Harga Emas 22 September, Rontok ke Rp1,009 Juta per Gram

CNN Indonesia | Selasa, 22/09/2020 09:04 WIB
Harga jual emas Antam anjlok Rp15 ribu per gram menjadi Rp1,009 juta per gram pada perdagangan Selasa (22/9) pagi. Harga jual emas Antam anjlok Rp15 ribu per gram menjadi Rp1,003 juta per gram pada perdagangan Selasa (22/9) pagi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp1,009 juta per gram pada Selasa (22/9). Harga emas anjlok Rp15.000 dibandingkan Rp1,024 juta per gram pada hari sebelumnya.

Begitu juga dengan harga pembelian kembali (buyback) yang turun signifikan Rp19.000 per gram dari Rp926 ribu menjadi Rp907 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp542 ribu, 2 gram Rp1,98 juta, 3 gram Rp2,95 juta, 5 gram Rp4,9 juta, 10 gram Rp9,73 juta, 25 gram Rp24,21 juta, dan 50 gram Rp48,34 juta.


Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp96,61 juta, 250 gram Rp241,26 juta, 500 gram Rp482,32 juta, dan 1 kilogram Rp964,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.914,7 per troy ons atau naik 0,21 persen. Sebaliknya, harga emas di perdagangan spot turun 0,01 persen ke US$1.912,38 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memprediksi harga emas tertekan. Hal ini karena mata uang dolar AS tengah menguat.

Biasanya, pergerakan harga emas selalu berbanding terbalik dengan dolar AS. Jika dolar AS melemah, harga emas akan menguat dan begitu sebaliknya.

"Harga emas masih berpotensi mengalami tekanan dengan penguatan dolar AS hari ini," ungkap Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Ariston bilang pelaku pasar akan memperhatikan pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell malam ini mengenai kebijakan moneter dan pandangan terhadap pemulihan ekonomi AS ke depan.

Hal tersebut akan mempengaruhi pergerakan harga emas. "Pernyataan pesimis bisa mengangkat harga emas," kata Ariston.

Untuk hari ini, Ariston melihat harga emas internasional bergerak di bawah US$1.950 per troy ons. Tepatnya, harga emas diproyeksi berada dalam rentang support US$1.880-US$1.940 per troy ons. 

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)