Dilecehkan Singapura, Luhut Ingin Batam Punya Green Port

CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2020 20:31 WIB
Menko Luhut mengungkapkan pelabuhan hijau (green port) di Batam akan menyaingi Singapura dalam hal modernisasi pelabuhan. Menko Luhut mengungkapkan pelabuhan hijau (green port) di Batam akan menyaingi Singapura dalam hal modernisasi pelabuhan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan berniat menjadikan Pelabuhan Batu Ampar di Batam sebagai pelabuhan ramah lingkungan (green port) percontohan di Indonesia.

Jika proyek itu terwujud, menurut Luhut, Pelabuhan Batu Ampar akan setara dengan pelabuhan yang ada di Singapura dan Indonesia tidak akan lagi dilecehkan soal modernisasi pelabuhan.

"Supaya nanti kita juga bisa sama dengan Singapura. Jadi jangan kita dilecehkan terus dengan Singapura. Tapi memang yang membuat kita dilecehkan kita sendiri, kita mau disogokin terus," ucapnya dalam konferensi pers Penataan Ekosistem Logistik Nasional, Kamis (24/9).


Luhut juga menginginkan agar proses bongkar muat di Pelabuhan Batu Ampar dikelola secara modern. Kehadiran tenaga kerja bongkar muat (TKBM) menurutnya, tidak lagi dibutuhkan namun tetap harus diberikan kesempatan pekerjaan lain agar mereka tak kehilangan mata pencaharian.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa pemerintah berencana menarik investasi di Bintan untuk pembersihan limbah tank cleaning di lego jangkar dengan nilai lebih dari Rp5 triliun.

Ia pun menegaskan kementeriannya akan mendorong terciptanya laut dan pantai yang bersih dengan cara mengerahkan Bakamla dan Angkutan Laut untuk menyergap kapal-kapal yang sengaja membuang sampahnya.

Upaya lainnya adalah menertibkan jalur pipa fiber optic yang diharapkan bisa selesai pada tahun ini. "Saya kira sudah terlalu lama negeri ini tidak efisien, terlalu lama kita suka disogok-sogok jadi membuat kita bangsa tidak bisa tegak menghadapi ini," tuturnya.

Di luar itu, Luhut juga meminta izin kepada Kementerian Keuangan untuk memanfaatkan barang selundupan seperti mulai dari minyak, ganja hingga barang atau komoditas lain yang disita di pelabuhan.

Rencananya, kata dia, 50 persen dari hasil barang sitaan tersebut akan dijadikan insentif atau tunjangan prestasi para pengawas dan penegak hukum seperti Badan Keamanan Laut (Bakamla), TNI angkatan Laut, hingga Badan Karantina Kementerian Kesehatan serta Bea Cukai.

Menurut Luhut, hal tersebut akan mengurangi tindakan-tindakan pungli dan praktik suap yang terjadi oleh oknum aparat dengan para penyelundup, terutama terhadap barang-barang impor.

"Semua jajaran di situ, darat, laut, Bakamla, angkatan laut dan sebagainya yang menangkap semua penyelundupan-penyelundupan di sana baik minyak, ganja segala macam itu 50 persen kalau boleh dikembalikan kepada mereka," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/sfr)