BI Ungkap Alasan Kredit Bank Seret di Tengah Corona

CNN Indonesia | Senin, 28/09/2020 17:04 WIB
Bank Indonesia (BI) mencatat rasio kecukupan modal dan dana pihak ketiga meningkat di tengah pandemi. Namun, pertumbuhan kredit masih rendah. Bank Indonesia (BI) mencatat rasio kecukupan modal dan dana pihak ketiga meningkat di tengah pandemi. Namun, pertumbuhan kredit masih rendah. (CNN Indonesia/ Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menengarai persoalan dalam penyaluran kredit perbankan ke sektor riil di tengah pandemi covid-19.

Pasalnya, BI mencatat kenaikan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) maupun dana pihak ketiga (DPK). Rinciannya, DPK Agustus tercatat tumbuh 11,64 persen dan CAR perbankan untuk Juli 2020 terbilang tinggi di kisaran 22,96 persen.

Sementara, pertumbuhan kredit masih rendah yaitu 1,04 persen pada Agustus 2020.


"Yang menjadi isu tentu dari sisi intermediasi, di satu sisi menunjukkan DPK tumbuh tinggi. Bahkan, sampai Agustus tumbuh 11,64 persen tapi dari sisi kreditnya memang masih berjalan lambat, Agustus 1,04 persen," katanya dalam rapat kerja dengan komisi XI DPR RI secara daring, Senin (28/9).

Dari sisi perbankan sendiri, Perry menyebut berbagai upaya mikroprudensial maupun makroprudensial telah dilakukan untuk mendorong penyaluran kredit. Salah satunya, dengan menurunkan suku bunga acuan perbankan.

"Kami sudah menurunkan suku bunga, kebijakan sudah 4 kali tahun ini menjadi 4 persen. Kalau dihitung sejak Juli 2019 sudah 2 persen kami turunkan," ungkap dia.

Kendati suku bunga sudah diturunkan, perbankan masih mengalami likuiditas berlebih. Tak ayal, Perry menilai masalah lebih dominan disebabkan oleh masih lesunya kegiatan ekonomi yang menyebabkan permintaan terhadap kredit rendah.

[Gambas:Video CNN]

"Penjelasan faktor lebih dominan adalah karena kegiatan ekonomi belum tumbuh, sehingga permintaan untuk peningkatan kredit belum kelihatan," katanya.

Untuk mengatasi hal ini, Perry berjanji ke depannya BI bersama dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan terus berperan aktif mengeluarkan stimulus fiskal dan kebijakan moneter untuk memperbaiki pertumbuhan kredit.

(wel/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK